Khotbah Malam Natal , 24 Desember 2025
Nas: Matius 1:18-25
ALLAH HADIR MENYELAMATKAN KELUARGA -
Immanuel: Tuhan Menyertai Kita
Selamat Natal bagi semua! Malam Natal ini tenth hari yang kita tunggu-tunggu di tahun ini. Sepanjang tahun kita bmelakukan berbagai aktifitas dan semua aktofotas yang kita lakikan itu semata-mata anugwrah Tuhan di dalam Yesus Kristus. Dia lahir untuk kita, Dia datang dalam kesederhanaan hendak memberi contoh bagi kita meneladani kesederhanan. Dia hadir di tengah-tengah keheningan, teduh dan penjh damai sebagai bahahian rencana Allah bahwa Ysses hadir tengah-tengah kita untuk menyelamatkan kita dan memberi kedamaian dan ketenteraman.
Malam Natal ini, tentulah banyak kesusahan yang kita alami, apalagi.melihat begitu banyak korban bencana alam yang melanda Sumatera, Tapanuli, Sumut, Sumbar dan Aceh. Seolah amarah alam memakan korbah rakyat kecil. Seribuh lebih meninghal, ratusan orang hilang dan ribuan rumah hilang dibawa banjir, diterjang longsor, tertimbun dan kerusakan lainnya yang tidak terhidung. Ladang dan swah sebagai sumber kehidupan warga lilenyap ditimbun lomour, pasir dan batu. Sungguh pwnderiaan yang tidak pernah terbayangkan sebelumnya. Kiranya Malam Natal jni juga menyentuh semua korban dan keluarga. Yesus hadir menyelamatkan keluarga mereka. Yesus hafir menghibur dan menguatkan mereka. Yesus hadir mengingatkan dan mengetuk hati setiap orang untuk berubah dan memperbaiki sikap dan kebinakan terhadap alam.
Di era media sosial.sekarang sangat mudah orang merkeam dan menyebarkan peristiwa, tidak sedikit vidio yang memilukan hati bagaimana pedihnya hati orang-orsng yang mengalami korban, begitubgigihnya oara relawan mencari korban yang meninggal bahkan sampai sekarsng uoaya itu masih terus dilakukan. Tak tahan rasanya saat relawan mengangkat mayat dari timpaan lumpur dan kayu. Ratusan lagi yang tidak ditemukan, kita percaya bahwa mereka juga di dalam perlindungan Tuhan. Karena baik hidup dan maupun mati kita adalah milik Tuhan. Kehidupan ini adalah milik Tuhan.
Apapun keadaan yang kita alami hari ini, kita percaya semua itu atas pengetahuan Tuhan. Tidak ada sesuatu yang terjadi tanpa diketahuinya. Tuhan adalah penciota, pemelihara dan penyelamat kita. Dia datang melawat manusia dalam semua, Dia hadir bersama-sama umat yang mengalami penderitaan. Dia hadir hendak menyertai kita dalam apa yang akan terjadi esok. Tuhan datang, menjadi manusia menyertai perjalanan ini daei peralihan hidup di dunia i isampai memasuki kehidupan yang kekal. Itulah yang kita rayakan di hari Natal. Allah itu Immanuel, Dia tidak jauh, tetapi ada bersama-sama dengan kita.
Berita kelahiran Yesus menurut versi Matius ini diuraikan cerita yang sangat menarik. Allah hadir dalam hidup Yusuf dan Maria, dan kedua hamba Tuhan ini mau mengabdi untuk maksud Allah. Injil Matius tidak meniadakan kekuatiran Maria dan Yusuf, namun dalam sisi kemanusiaan mereka Firman Tuhan bekerja meneguhkan merekan dan oleh kuasa Firman Tuhan mereka mau melalukan firman Tuhan dalam hidupnya. Jadilah kehendak Allah lewat peristiwa natal. Maria dan Yusuf menjadi abdi Allah yang mulia, hidup mereka telah menjadi saluran kasih karunia bagi seluruh bangsa di bumi.
*1. Kelahiran Yesus adalah Peristiwa Ilahi*
Pengakuan Iman rasul mengutip Matius 1:18 ini menjadi peristiwa penting. Lahirnya Yesus Kristus bukanlah peristiwa biologis tetapi peristiwa ilahi. Bukan peristiwa kodrati, tetapi peristiwa adikodrati. Kata dikandung Roh Kudus menegaskan bahwa bayi Yesus ada bukanlah buah genetik Maria dan Yusuf, tetapi peristiwa ada dari ciptaan Ilahi. Allah mencipta ada dari yang tidak ada. Demikianlah kelahiran Yesus bukanlah peristiwa kelahiran yang harus ditangani oleh bidan tetapi karya Allah melalui Roh Kudus. Allah menciptakan keselamatan manusia dari dunia yang jatuh ke dalam dosa kepada kehidupan yang penuh kasih karunia.
Matius memakai kata perawan Maria dalam bahasa Yunani disebut "parthenos" berarti perawan secara manusia belum bersetubuh. Kata parthenos dalam PB ini sepadan dengan kata "almah " dan bahasa Ibrani sebagaimana dinyatakan dalam Yesaya 7:14 (TB) Sebab itu Tuhan sendirilah yang akan memberikan kepadamu suatu pertanda: Sesungguhnya, seorang perempuan muda mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki, dan ia akan menamakan Dia Immanuel.
Kelahiran Yesus bukanlah semata-mata merayakan peristiwa lahirnya bayi Yesus, tetapi merayakan perbuatan Allah memenuhi janjiNya membebaskan umatNya dari segala penindasan, dosa dan maut. Nubuatan 700 tahun masa Proto-Yesaya dipenuhi Allah di peristiwa Natal.
Jadi Injil Matius menegaskan, ada tiga kata yang dipakai menunjukkan kelahiran Yesus bukan peristiwa biologis dengan:
- dikandung oleh Roh Kudus (ay 18,20)
- lahir dari anak dara Maria (ayat 23)
- tidak bersetubuh (ay 25)
Peristiwa Natal adalah Peristiwa Ilahi. Kelahiran Yesus hendak menciptakan manusia hidup dalam kasih karunia Allah.
*2. Kesalehan dan ketulusan Yusuf*
Penulis Injil Matius sangat realistis atas apa yang dialami oleh Yusuf. Wajar saja dia tak menerima ada perubahan pada diri Maria. Dia akan mengandung dan melahirkan satu anak yang akan diberi nama Yesus sesuai dengan pesan malaikat (baca Lukas 1:26-38).
Jika pada malam Natal kita diperkenalkan pribadi seorangbperempuan berhati mulia, maka kotbah di Natal I ini kita diperkenalkan tokoh pria yang baiknhati. Yusuf adalah pribadi yang saleh, taat beragama dan juga tidak mau mempermalukan Maria. Dia berencana dengan diam-diam akan memutuskan hubungan dengan Maria. Tampak kematangan pribadi Yusuf, dia tidak temperamen dan dengan emosi yang meledak-ledak merespon perubahan pada diri Maria. Tapi dengan sikap dewasa secara perlahan akan undur dari Maria.
Tuhan campur tangan. Tuhan mengerti apa perasaan laki-laki seperti Yusuf. Tuhan meyakinkan Yusuf bahwa apa yang terjadi pada Maria adalah kehendak Allah. Matius 1:20 (TB) Tetapi ketika ia mempertimbangkan maksud itu, malaikat Tuhan nampak kepadanya dalam mimpi dan berkata: "Yusuf, anak Daud, janganlah engkau takut mengambil Maria sebagai isterimu, sebab anak yang di dalam kandungannya adalah dari Roh Kudus.
Natal merubah suatu peristiwa yang sulit diterima oleh akan namun dimainkan oleh orang yang memahami dan mengerti maksud Allah.
*3. IMMANUEL: Tuhan menyertai kita*
Bangsa Israel adalah umat yang merasa terasing dan terbuang, mereka menantikan kejayaan Israel, namun bangsa-bangsa asing silih berganti menjajah mereka. Mereka hanya negara boneka dan jajahan negara asing sejak kembali dari pembuangan Babelonia. Pada jaman Perjanjian Baru, Yahuda berada dibawah jajahan Romawi. Mereka menderita dan memimpikan orang yang menyertai mereka merasakan pahitnya dibawah jajahan bangsa asing.
Tentu kebutuhan orang yang terasing adalah pendamping yang menyertai mereka dalam keadaannya yang merasa terasing.
Yesus adalah Immanuel, Allah menyertai kita menjadi sejarah baru. Tuhan tidak membiarkan mereka terasing, terbuang dan terjajah, tetapi Tuhan mendampingi, menyertai dan bersama-sama umatNya. Dengan kata Immanuel Tuhan tidak pernah meninggalkan dan membiarkan orang-orang yang dikasihiNya.
Orang Batak mengenal ungkapan sakitnya orang yang terasing sendirian dengan "songon tandiang na hapuloan", artinya terdampar sendirian di pulau terasing. Keadaan demikian pasti hampa dan kosong, tiada sahabat, tiada teman yang mengerti, memahami dan merasakan kesedihan. Semuanya dialami sendirian. Dosa telah membuat kita terasing dari Tuhan, dari sesama.
Tema Natal 2025 ini ditetapkan: Allah hadir menyelamatkan keluarga. Spontan kita bertanya apa ancaman yang terjadi di tengah-tengah keluarga kita saat ini?
Setidaknya ada tiga:
a. Gadget telah merampas kebahagiaan, waktu dan relasi kita di dalam keluarga. Kita sudah jarang memiliki sentuhan komunikasi langsung secara verbal mengucapkan pujian, harapan, dan kata-kaylta yang menyentuh hati dan perasaan seseorang. Duduk bersama saja pesan kita sampaikan lewat WA atau messenger. Waktu anak-anak dihabiskan dengan gadget bahkan mempengaruhi orestasi sekolah karena game dan flatform media sosial yang memihat hati dan waktu. Kurangnya kemesraan antara suami isteri karena HP menempel terus di tangannya sehinnga tak ada waktu membelai rambut pasangan.
Tema natal ini mengingatkan kita Krostus telah hafir menyelamatkan keluarga, jangan sampai HP ini merebut kebahagiaan dan keselamatan keluarga.
b. Ancaman perceraian: Data Statistisk BPS angka perceraian di Indonesia 2024 mencapai 399.921 kasus. 82 persen itu perceraian dituntunt oleh isteri dan tiga faktor utama adala: 1) pertengkaran terus menerus, 2) masalah ekonomi 3) mabuk-mabukan dan KDRT.
Ti gkat perceraian tertinggi ada di Jawa Barat, Menyus Jawa Timur dan Jawa Tengah dan keempat Sumatera Utara. Sekalioun tidak eksplisit menyebutkan data perceraian di kalangan Kristen namun tingginya angka perceraian ini menggugah gereja sebagai.lembaga yang terlibat mempersatukan dan memberkati keluarga. Gereja harus berperan dan melakukan langkah-langkah kongkrit agar jangan sampai perceraian ini melanda keluarga Kristen.
c. Menunda pernikahan - ancaman bagi pemuda dan pemudi. Sudah menjadi faktual ada banyak kawula muda menunda pernikahan dengan berbagai alasan, mapan dulu baru menikah. Rupanya kemapanan tidak kunjung tiba dan akhirnya waktu terus berjalan sehingga usia subur dan produktif berlalu. Ini adalah ancaman serius, kemapanan dan berbagai alasan menunda pernikahan adalah ancaman bagi regenerasi umat manusia.
Keluarga harus mendiskusikannya secara serius agar anak-anak muda dapat secara serius mendiskusikan ini.
Teologi Alkitab tidaklah demikian, setekah Allah menciptakan manusia laki-laki dan perempuan. Allah mempersatikan dan memberkati mereka kemudian Tuhan membawa mereka kr Taman Edrn. Disana Tuhan mempersiapkan yang mereka butuhkan dalam keluarga: pangan, sungai penuh emas dan segala kebutihan manusia. Jadi Allah sendirilah yang memverikan berkag dalam keluarga. Teologi penciptaan tidak pernah merekomendasikan mapan duku baru menikah. Tetapi setelah Allah menciotakan pendamping bagi Adam, Guhan me.persatukannya dan memberkatinya.
Kiranya tema Natal 2025 mengembalikan essensi keluarga yaitu cinta kasih. Kemapanan tidak serta merta mendatangkan kasih, namun perrcayalah bahwa keluarga yang didasari oleh Kasih Allah akan menikmati kebahagiaan dari Tuhan.
Selamat Malam Natal, 24 Desember 2025
Tuhan menyertai kita semua
Dari kami
Pdt Nekson M Simanjuntak dan Family

_20251213_172235_0000.jpg)

