Kotbah Minggu III Stlh TRINITATIS
Minggu, 6 Juli 2025
Ev. Galatia 6:11-18
MENJADI CIPTAAN BARU
Selamat Hari Minggu! Sahabat yang baik hati, topik kotbah minggu ini diberi judul dengan menjadi manusia baru. Topik ini merupakan salah satu topik sentral di dalam Kristologi. Salib Kristus telah menciptakan kita menjadi manusia baru, manusia lama diperbaharui menjadi manusia yang benar-benar baru. Kristus telah menebus kita dari manusia lama melalui pengorbanannya di kayu salib. Hal itu dilakukan sekali untuk selamanya karena tisak ada lagi syarat lain dalam keselamatan. Keselamatan adalah anugerah Allah di dalam Yesus Kristus tidak ada tanda lahiriah berupa peraturan keagamaan apapun yang ditambahkan menjadi syarat di dalam keselamatan.
Masalahnya di dalam jemaat Galatia adalah masih ada kaum Yudaistik yang memaksakan tradisi Yahudi menjadi syarat dalam keselamatan. Mereka memaksakan syarat Taurat dan sunat bagi orang-orang Kristen non Yahudi. Selain itu, mereka meragukan keabsahan kerasulan Paulus, dan Injil yang diberitakan Paulus tablnpa hukum Taurat dan sunat keselamatan seolah tidak sempurna. Guru-guru penyesat ini nampaknya berhasil memprovokasi jemaat Galatia akhirnya berbalik dari Injil yang diberitakan oleh Paulus kepada "injil lain yang bukan Injil". Mereka memberitakan keselamatan di dalam Yesus Kristus dengan syarat-syarat tambahan: hukum Taurat, peraturan-peraturan keagamaan dan tanda-tanda lahiriah seperti sunat. Mereka berhasil mengacaukan jemaat dan meragukan kerasulan Paulus sehingga banyak yang berbalik dari pengajaran Paulus kepada ajaran pengajar-pengajar palsu yang mengacaukan jemaat tentang keselamatan. Itulah sebabnya Paulus menyampaikan dalam Galatia 1:6-7 (TB) Aku heran, bahwa kamu begitu lekas berbalik dari pada Dia, yang oleh kasih karunia Kristus telah memanggil kamu, dan mengikuti suatu injil lain, yang sebenarnya bukan Injil. Hanya ada orang yang mengacaukan kamu dan yang bermaksud untuk memutarbalikkan Injil Kristus.
1. Injil Kristus: tidak ada syarat lain di dalam keselamatan
Bagi Paulus tidak ada syarat lain dalam keselamatan Injil yang diberitakan Paulus murni dan tidak ada Injil lain. Paulus menegaskan Galatia 1:8-9 (TB) Tetapi sekalipun kami atau seorang malaikat dari sorga yang memberitakan kepada kamu suatu injil yang berbeda dengan Injil yang telah kami beritakan kepadamu, terkutuklah dia.
Seperti yang telah kami katakan dahulu, sekarang kukatakan sekali lagi: jikalau ada orang yang memberitakan kepadamu suatu injil, yang berbeda dengan apa yang telah kamu terima, terkutuklah dia.
Selain itu, para pengajar palsu ini bermegah atas pekerjaan orang lain. Paulus yang mendirikan jemaat-jemaat di berbagai kota dan desa dari Asia sampai ke Eropa, namun Paukus sedikit tidak pernah memegahkan dirnya atas semua yang kerjakannya. Sebaliknya para pengajar palsu ini memegahkan diri dari apa mereka kerjakan. Mereka mengajar secara meyakinkan dan mempesona sampai-sampai jemaat Galatia terpesona dan meninggalkan ajaran Paulus. Paulus berkata dalam Galatia 3:1 (TB) Hai orang-orang Galatia yang bodoh, siapakah yang telah mempesona kamu? Bukankah Yesus Kristus yang disalibkan itu telah dilukiskan dengan terang di depanmu?
Paulus sangat kecewa terhadap jemaat Galatia yang mudah goyah oleh rupa-rupa pengajar baru. Mereka tidak berdiri teguh di dalam Injil yang diberitakan oleh Paulus. Maka untuk memenangkan jemaat Galatia dari pengajr-pengajar palsu ini Paulus menegaskan kembali bahwa Kristus telah disalibkan untuk menebus manusia, Kristus telah mati untuk kita mematikan manusia lama dan di dalam Kristus kita benar-benar menjadi ciptaan baru.
Tidak ada syarat lain di dalam keselamatan. Keselamatan adalah anugerah Allah di dalam Yesus Kristus. Keselamatan tidak didapatkan lewat usaha manusia atau kemampuan manusia melakukan Taurat. Keselamatan adalah anugerah yang kita terima di dalam iman.
2. Menjadi manusia ciptaan baru
Di dalam surat-suratnya Paulus menjelaskan salib adalah penebusan dan pendamaian. Namun di dalam dalam Galatia ini Paulus menghubungkan salib Kristus dengan menjadi ciptaan baru. Hal ini memperdalam makna keselamatan. Penebusan menjelaskan manusia yang telah diperhamba dosa maka seorang hamba tidak dapat melepaskan diri menjadi manusia merdeka dari dirinya sendiri. Menjadi manusia merdeka hanya dilakukan melalui tindakan penebusan. Demikianlah manusia berdosa, sejak kejatuhan manusia dalam dosa manusia menjadi hamba dosa. Salib Kristus membebaskan manusia dari hamba dosa menjadi manusia merdeka di dalam Yesus Kristus (Baca Galatia 5:1). Kata kedua yang digunakan Paulus adalah "pendamaian", salib adalah pendamaian Allah menerima manusia yang telag diasingkannya sejak kejatuhan manusia dalam dosa. Salib adalah pendamaian Allah sendiri mendamaikan dirinya dengan manusia. Dengan salib Allah memulihkan hubungan manusia dengan Allah yang telah dirusak oleh dosa.
Hal menarik di dalam Galatia ini Salib Kristus dihubungkan dengan penciptaan manusia baru. Galatia 6:15 (TB) Sebab bersunat atau tidak bersunat tidak ada artinya, tetapi menjadi ciptaan baru, itulah yang ada artinya. Jadi pengorbanan Kristus hendak memperbahatui manusia, jangan kembali lagi kepada peraturan keagamaan, hukum Taurat, Sunat dan peraturan keagamaan seolah sebagai syarat dalam keselamatan. Salib Kristus menjadikan kita benar-benar menjadi ciptaan baru. Jika oleh dosa citra manusia yang segambar dengan rupa Allah rusak maka di dalam Salib kita diciptakan menjadi baru.
Penjelasan makna salib sebagai penciptaan ini menambah dan memperdalam makna keselamatan. Di dalam peristiwa salib, Kristus melakukan penebusan dan penciptaan. Allah menebus manusia yang diperhamba dosa dan di dalam salib manusia menjadi baru. Kristus memulikan citra manusia yang segambar dengan rupa Allah. Dengan demikian Salib Kristus Yesus memulihkan hubungan manusia, yang dulu terasing kita di dalam anugerah (in xaris).
3. Menjadi ciptaan baru: hindarilah tiga hal ini
Jika kita baca kembali perikop kotbah ini, kita menemukan nasiha Paulus yang dapat kita jadikan menjadi perintah yang bersifat larangan, yaitu:
3.1. Jangan memaksakan kehendak
Paulus menjelaskan sumber kekacauan di dalam jemaat Galatia adalah pemaksaan kehendak kam Yudaistik terhadap non Yahudi. Seolah kleselamatan non Yahudi tidak sempurna karena tidak bersunat. Mereka menambahkan syarakat keselamatan dengan memaksa non Yahudi harus bersunat. Bagi Paulus sunat hanyalah tanda lahiriah. Pemaksanaan non Yahudi bersunat tidak memiliki arti apa-apa, itu hanya tanda lahirah. Keselamatan adalah anugerah Allah, suatu kekayaan rohani yang kita miliki yang diberikan oleh Allah secara gratis.
Pemaksaan kehendak adalah sumber kekacauan, ini suatu peringatan Paulus bagi kita di masa kita. Pemaksaan kehendak bukanlah nilai-nilai Kristiani. Kekayaan rohani kita adalah ketiak setiap orang menyadari dirinya siapa dan dengan sukarela melayani Kristus tanpa paksaan tetapi dengan penuh tanggung jawab.
3.2. Jangan memegahkan diri
Lawan Paulus di Galatia sangat pintar memegahkan diri, memuji pekerjaannya dan seolah menjadi paling sempurna dalam segala hal. Padahal Pauluslah yang paling berjasa atas berbagai pendirian jemaat di Asia sampai ke Eropa. Paulus berlari-lari dari satu desa ke desa lain dari satu kota ke kota lain. Jika kita membaca seluruh Kitab Para Rasul, ada sebanyak tiga kali Paulus melakukan rute pekabaran Injil dan penyebaran gereja mula-mula di luar Yahudi umumnya dikerjakan oleh Paulus. Tetapi Paulkus tidak pernah memegahkan diri atas semua itu, justru menganggap bahwa tugas pemberitaan itu adalah hutang.
Berbeda dengan pengajar palsu di Galatia, mereka hanya pintar ngomong, pandai menghasut dan kata-katanya mempesona namun tidak menghasilkan apa-apa, tiada hasil pekerjaannya yang bisa ditunjukkan selain memprovokasi. Di jaman now ini disebut dengan pencitraan, melakukan berbagai hal hanya untuk cover namun kosong isi.
Paulus di dalam ktobah ini mengajak kita, manusia ciptaan baru tidaklah manusia cover atau pencitraan dengan maksud memegahkan diri. Manusia baru adalah berpedoman pada hati yang melayani dengan tulus dan sungguh-sungguh. Dalam semua pelayanannya biarlah Kristus yang dimuliakan.
3.3. Jangan menyusahkan orang lain
Mengahdapi lawan-lawannya di Galatia, memang Paulus terganggu bahkan menyusahkan Paulus. Namun gangguan dan kesusahan tidak membuat Paulus surut. Paulus tetap fokus pada tujuan pemanggilannya, yaitu memberitakan Injil Kristus sampai ke ujung bumi. Bisi Paulus adalah Injil sudah harus sampai ke ujung bumi sebelum Kristus datang kembali
Hanya satu permintaan Paulus dalam semua beban dan tanggung jawab pelayananya, janganlah ada lagi yang menyusahkan dirinya yang sudah susah oleh beban dan tanggung jawab sebagai pemberita Injil. Disebutkan dalam Galatia 6:17 (TB) Selanjutnya janganlah ada orang yang menyusahkan aku, karena pada tubuhku ada tanda-tanda milik Yesus.
Sahabat yang baik hati, apa yang disampaikan dalam kotbah minggu ini mengajak kita untuk menghayati satus baru kita, yaitu manusia ciptaan baru. Salib Kristus telah menciptakan kita menjadi manusia baru, manusia yang diperbaharui dari kejatuhan dosa kepada keselamatan, dari kererasingan menjadi hidup di dalam anugerah, dari hubungan yang rusask oleh dosa ditata ulang kembali. Salib Kristus memulihkan hubungan manusia dengan Allah, dengan sesama manusia, dan dengan alam. Amin
Tuhan memberkati!
Salam: Pdt Nekson M Simanjuntak

Tidak ada komentar:
Posting Komentar