Catatan Kotbah: Pesta Paskah I (Pestaa Kebangkitan Yesus Kristus)
Minggu, 5 April 2026
Ev. 1 Korintus 15:1-11
PANGGILAN MENJADI MURID PASCA KEBANGKITAN YESUS KRISTUS
Selamat Paskah! Kristus telah Bangkit, Terpujilah Tuhan. Setelah peristiwa Jumat Agung, suasana hati para murid tentu sangat mencekam karena Yesus mati dan dikuburkan. Mereka kehilangan orang yang mengajari dan membimbing hidup mereka. Mereka takut dan cemas atas ancaman dari Romawi karwna Yesus dihuku dengan mati di kayu salib akan adakah pencarian kepada murid-muridNya? Ditambah lagi mereka akan menghadapi sikap sinisme dari tokoh Agama Yahudi seperti Farisi. Dalam bayang-bayang ketidak pastian, ada berita Kristus telah bangkit dan para perempuan menjadi saksi kubur telah kosong. Petrus sendiri berlari ke kubur setelah mendengar kabar itu dan akhir dia menyaksikan sendiri Kristus telah bangkit kubur telah kosong. (Baca Mat 28:1-15, Mark 16:1-8, Lukas 24:1-12 dan Yoh 20:1-10)
Kotbah Minggu ini merupakan penjelasan Paulus tentang kebangkitan Yesus dan penampakan pada murid-muridnya termasuk kepada Paulus. Yesus yang bangkit menampakkan diri kepada murid-murid telah mendahului mereka ke Galilea dan menampakkan diri kepada banyak orang. Pada akhirnya berita kebangkitan Yesus tersiar keseluruh negeri. Sekalipun Mahkamah Agama berupaya melakukan kebohongan dengan menyogok penjaga kubur Yesus. Upaya mereka siasia saja karwna berita kebangkitan Yesus telah tersiar. Satu catatan dari Injil Lukas dituliskan Lukas 24:18 (TB) Seorang dari mereka, namanya Kleopas, menjawab-Nya: "Adakah Engkau satu-satunya orang asing di Yerusalem, yang tidak tahu apa yang terjadi di situ pada hari-hari belakangan ini?"
Kebangkitan Yesus Kristus bukan hanya kepada orang-orang yang berjumpa langsung dengan Yesus, tetapi juga kepada orang banyak melaluimpenampakan. Hal ini jugalah hang disaksikan oleh Paulus dimana dia ditetapkan menjadi murid Yesus Kristus melalui suatu "penyataan" (wahyu). Benar, Paulus bukanlah murid seperti kedua belas murid. Tetapi Injil yang diterima Paulus berasal dsri Yesus Kristus. Paulus menjadi murid melalui suatu perjumpaan khusus yakni melalui penampakan (ophthe, 1 Kor 15:8 ωφθη) dan melalui penyataan (apokalupseos Galatia 1:12) αποκαλυψεως ιησου χριστου)
Artinya sekalipun Paulus tidak seperti pemuridan keduabelas murid, Paulus benar-benar menerima Injil langsung dari Yesus Kristus Galatia 1:11-12 (TB) Sebab aku menegaskan kepadamu, saudara-saudaraku, bahwa Injil yang kuberitakan itu bukanlah injil manusia. Karena aku bukan menerimanya dari manusia, dan bukan manusia yang mengajarkannya kepadaku, tetapi aku menerimanya oleh penyataan Yesus Kristus.
Apa yang menarik dalam penjelasab Paulus tentang kebangkitan Yesus Kristus, baiklah kita gali kotbah Minggu ini.
1. Murid Yesus Kristus pasca kebangkitan
Paulus adalah murid yang ditangkap melalui suatu pertobatan. Karena ketaatannya kepada agama Yahudi dia menerima legitimasi dari mahkamah agama untuk mengejar dan menganiaya jemaat. Dia sangat dikenal penganiaya jemaat, namun itulah jalan Tuhan saat mengejar jemaat ke Damaskus dia ditangkap oleh Kristus (Kis Rasul 9:1-31). Saulus menjadi Paulus, pengejar jemaat menjadi pemberita Injil. Bukan itu saja, Paulus secara apik mengetahui historis Yesus Kristus, pelayanannya, pengajarannya hingga berita tentang kematian dan kebangkitanNya serta pernjelasan penggenapan Kitab Suci menge ai kehadiran Yesus Kristus. Yesus Kristus menyelamatkan dunia sebagaiamana dimaksudkan oleh Allah.
Pulus dalam 1 Korintus 15 menjelaskan fakta historis tentang kebangkitan Yesus Kristus pada hari ketiga. Paulus.menjelaskan Kristus telah mati karwna doaa-dosa kita sesuai dengan Kitab Suci. Dia dikuburkan, dan Ia telah bangkit pada hari ketiga sesuai dengan Kitab Suci. Kebangkitan Yesus Kristus adalah fakta historis karena menampakkan diri kepada Kefas dan murid-murid dan terakhir kepada Paulus. Paulus sendiri bersaksi bahwa masih ada saksi mata yang melihat Yesus yang telah bangkit.
Murid pasca kebangkitan ini menarik kita dalami, menyaksikan kebenaran dengan berani dan tidak takut akan ancaman Romawi dan hasutan kaum agama Yahudi. Lihatlah Petrus sebelum kebangkitan dia emosional, tidak konsisten bahkan pernah menyangkal Yesus. Namun setelah kebangkitan Petrus memiliki kebranian luar biasa bahkan berpidato dihadapan kaum agama Yahudi dengan berapiapi memberitakan kebangkitan Yesus Kristus.
Paulus juga demikian, menyaksikan kebangkitan Yesus Kristus. Setelah pertobatannya Paulus berlari-lari dari satu kota ke kota lain memberitakan Injil Yesus Kristus. Kebangkitan Kristus adalah kebangkitan para murid memberitakan Injil Yesus Kristus. Sentralnya kebangkitan Yesus Kristus didalam iman Kristen Paulus berkata. 1 Korintus 15:14 (TB) Tetapi andaikata Kristus tidak dibangkitkan, maka sia-sialah pemberitaan kami dan sia-sialah juga kepercayaan kamu.
2. Merasa tidak layak tetapj dilayakkan oleh kasih karunia
1 Korintus 15:9 (TB) Karena aku adalah yang paling hina dari semua rasul, bahkan tidak layak disebut rasul, sebab aku telah menganiaya Jemaat Allah.
Selanjutnya
1 Korintus 15:10 (TB) Tetapi karena kasih karunia Allah aku adalah sebagaimana aku ada sekarang, dan kasih karunia yang dianugerahkan-Nya kepadaku tidak sia-sia. Sebaliknya, aku telah bekerja lebih keras dari pada mereka semua; tetapi bukannya aku, melainkan kasih karunia Allah yang menyertai aku.
Ada kalimat dalam bahasa Inggris yang berkata "without God, we're nothing" - tanpa Tuhan kita kita tidak ada. Maka sangatlah penting bagi kita untuk menyadari betul siapa dan dimana posisi kita sebenarnya. Kita memang harus bekerja dan berusaha keras dalam hidup, tetapi tanpa kasih karuniaNya tidak akan ada satupun yang bisa kita capai. Tanpa kasih karuniaNya tidak akan ada pencapaian-pencapaian luar biasa yang bisa kita peroleh. Tanpa Tuhan, kita bukanlah apa-apa. Kita ada sebagaimana diri kita sekarang, itu adalah atas penyertaanNya, atas kasih karuniaNya.
Paulus menyadari betul hal ini dan dia pun menyampaikan bahwa dialah yang paling hina dqri seluruh para murid-murid Yesus Kristus. Selain dia menganianya jemaat namun Tuhan menangkap dia dan menjadikannya memberitakan Injil ke non Yahudi.
"Tetapi karena kasih karunia Allah aku adalah sebagaimana aku ada sekarang, dan kasih karunia yang dianugerahkan-Nya kepadaku tidak sia-sia. Sebaliknya, aku telah bekerja lebih keras dari pada mereka semua; tetapi bukannya aku, melainkan kasih karunia Allah yang menyertai aku." (1 Korintus 15:10). Aku ada sebagaimana aku ada sekarang, itu adalah hasil kasih karunia Allah, dan semua itu tidak ada yang sia-sia. Kita pun demikian. Kita ada sebagaimana kita sekarang, itu adalah hasil kasih karunia Allah.
Pada kesempatan lain ia kembali mengingatkan hal yang mirip: "Tetapi harta ini kami punyai dalam bejana tanah liat, supaya nyata, bahwa kekuatan yang melimpah-limpah itu berasal dari Allah, bukan dari diri kami." (2 Korintus 4:7). Bukankah berkat, kekuatan atau talenta itu semuanya berasal dari Tuhan? Paulus merupakan hamba Tuhan yang begitu luar biasa dalam mewartakan kabar keselamatan. Tetapi dengan tulus ia mengakui bahwa keberhasilan pelayanannya bukanlah atas hasil keberanian dan kehebatannya. Bukan karena kepintaran, kekuatan dan kesanggupannya saja, melainkan berasal dari karunia Allah yang menyertainya. Maka sudah sepantasnya pula kemuliaan menjadi milik Tuhan dan bukan untuk kita pakai menyombongkan diri di hadapan orang lain.
Yesus berkata: "Akulah pokok anggur dan kamulah ranting-rantingnya. Barangsiapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia, ia berbuah banyak, sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa." (Yohanes 15:5). Kita akan berbuah banyak jika kita berada didalam Dia dan Dia berada di dalam kita. Tanpa itu kita bukanlah apa-apa. Ayub mengatakan bahwa manusia itu singkat umurnya. "Seperti bunga ia berkembang, lalu layu, seperti bayang-bayang ia hilang lenyap dan tidak dapat bertahan." (Ayub 14:2). Apalah artinya kita tanpa kasih karunia Tuhan? Maka dari itu kita harus ingat bahwa tidak ada satupun alasan yang bisa kita pakai untuk memegahkan atau menyombongkan diri, merasa hebat ketika kita mengalami keberhasilan dalam berbagai hal. Without God we're nothing.
Ada banyak orang yang jatuh justru disaat mereka mulai merasakan kesuksesan atau keberhasilan. Bahkan di antara orang percaya sekalipun termasuk hamba-hamba Tuhan bisa terjatuh karena kesombongan. Kemuliaan seharusnya menjadi hak Tuhan dan bukan hak kita. Dan lihat Firman Tuhan pun berkata: "Ia harus makin besar, tetapi aku harus makin kecil." (Yohanes 3:30). Janganlah kita sampai berani mencuri apa yang menjadi hak Tuhan. Ingatlah bahwa kita ada sebagaimana kita ada sekarang adalah hasil dari kasih karunia Tuhan. Semakin tinggi kita naik, semakin rendah hati pula kita seharusnya. Ingatlah bahwa Roh Kudus hanya bisa bekerja bagi orang yang hatinya dipenuhi kerendahan dan mau dibentuk. Jika kesuksesan hadir hari ini, bersyukurlah dan jangan jadikan itu untuk bersikap angkuh dan lupa diri. Sebaliknya pakailah itu untuk memberkati sesama dan memuliakan Tuhan atas segala kasih karuniaNya yang luar biasa yang telah Dia curahkan atas kita. *Bukan kuat dan hebat kita, tetapihanya oleh kasih karunia Allah yang menjadikan kita sebagaimana kita hari ini*
3. Bekerja lebih giat - bekerja keras
Teolog A.M Hunter penulis Teologi Perjanjian Baru menjelaskan setidaknya ada 3 makna kebangkitan Yesus Kristus: 1. Vindication od thw Thruth (pembuktian kebenaran), 2 defeat of death (mematikan kematian - mengalahkan maut) dan 3. Ongoing ministry (melanjilutkan pemberitaan Injil).
Ketiga makna ini penting kita maknai pasca kebangkitan.
Kebangkitan Kristus adalah pembuktian kebenaran, Yesus Kristus bangkit benar-benar membuktikan kebenaran kitab suci, kebangkitan Yeus Kristus pembuktian bahwa apa yang dikatakan oleh Yesus Kristus tentang diriNya adalah kebeneran. Yesus Kristus adalah penggenapan janji Allah sebagaimana dalam Kitab Suci. Yesus memenuhi segala janji Allah untuk menyelamatkan manusia dari dosa dan kematian.
Dalam kehidupan kita pembuktian kebenaran sangat perlu untuk mengalahkan firnah dan khasutan. Dalam masa pelayanannya begitu banyak siasat tokoh agama Yahudi terhadap Yesus bahkan samapi kemagian dan kebangkitannya juga melakukan rekayasa kebohongan. Kita yang merayakan kebangkitan Kristus kita diajak untuk menjadi orang-orang yang membuktikan kebeneran agar kebohongan dan kepalsuan dieliminir dari kehidupan kita.
Kebangkitan Kristus harus digelorakan membeei semangat untuk kehidupan. Bagi saya ini harus lebih dalam dimaknai sebagai uoaya kita membangun kehidupan. Jika Krostus telah m3ngalahkan maut maka orang Kristen harus memberikan semangat hidup dan membangun kehidupan. Maka tugas gereja adalah mengarahkan kehidupan ini adalah anugerah, kesempatan yang diberikan Tuhan untuk berbuat yang terbaik. Maka segala keinginan manusia yang menjerumuskan kita kepada kematian harus dilawan. Bukankah godaan yang mengjancurkan kehidupan kita terus mempengaruhi kita: kekerasan, narkoba, penyakit sosial, tindakan amoral dan berbagai tindakan yang tidak manusia harus dilawan karena Kristus telah memberikan kesempatan hidup bagi kita.
Kebangkitan Kristus memberikan mandat bagi para murid untuk melanjutkan pelayanan Yesus Kristus di dunia ini. Yesus bangkit dan menampakkan diri kepada murid-murid, menyemangati dan mengutus murid-murid memberitakan Injil. Mari kita lakukan tugas-tugas pengabdian dan pelayanan ini dengan kerendahan hari seperti yang disampaikan oleh Paulus. Sesungguhnya menjadi murid ini adalah bukan karena kita layak tetapi dilayakkan oleh anugerah Yesus Kristus.
Kristus telah bangkit, marilah kita bekerja lebih giat membangun kehidupan ini lebih baik, mendirikan kerjaan Allah dan kebenarannya serta menghasilkan buah-buah iman yang membangun persekutuan orang percaya.
Pada bagian akhir atas semua penyataan Injil Yesus Kristus penangkapannya menjadi rasul Paukus memiliki statemen: bekerja lebih keras agar semakin banyak orang yang percaya kepada Yesus Kristus.
1 Korintus 15:10 (TB) Tetapi karena kasih karunia Allah aku adalah sebagaimana aku ada sekarang, dan kasih karunia yang dianugerahkan-Nya kepadaku tidak sia-sia. Sebaliknya, aku telah bekerja lebih keras dari pada mereka semua; tetapi bukannya aku, melainkan kasih karunia Allah yang menyertai aku.
Sahabatku, selamat Paskah! Tuhan Yesus Kristus tekah bangkit, memanggil dan menetapkan kita menjadi muridNya. Mari bekerja keras melakukan manat Yesus Kristus, melayani lebih giat agar semakin banyak orsng percaya. Tuhan Yesus menyertai kita sampai akhir jaman. Amin
Salamat Paskah:
Pdt Nekson M Simanjuntak, MTh
Praeses HKBP Distrik 18 Jabartendiy

