Sabtu, 04 April 2026

PANGGILANMENJADI MURID KRISTUS PASCA KEBANGKITAN

 Catatan Kotbah: Pesta Paskah I (Pestaa Kebangkitan Yesus Kristus)

Minggu, 5 April 2026

Ev. 1 Korintus 15:1-11




PANGGILAN MENJADI MURID PASCA KEBANGKITAN YESUS KRISTUS


Selamat Paskah! Kristus telah Bangkit, Terpujilah Tuhan. Setelah peristiwa Jumat Agung, suasana hati para murid tentu sangat mencekam karena Yesus mati dan dikuburkan. Mereka kehilangan orang yang mengajari dan membimbing hidup mereka.  Mereka takut dan cemas atas ancaman dari Romawi karwna Yesus dihuku dengan mati di kayu salib akan adakah pencarian kepada murid-muridNya? Ditambah lagi mereka akan menghadapi sikap sinisme dari tokoh Agama Yahudi seperti Farisi. Dalam bayang-bayang ketidak pastian, ada berita Kristus telah bangkit dan para perempuan menjadi saksi kubur telah kosong. Petrus sendiri berlari ke kubur setelah mendengar kabar itu dan akhir dia menyaksikan sendiri Kristus telah bangkit kubur telah kosong. (Baca Mat 28:1-15,  Mark 16:1-8, Lukas 24:1-12 dan Yoh 20:1-10)


Kotbah Minggu ini merupakan penjelasan Paulus tentang kebangkitan Yesus dan penampakan pada murid-muridnya termasuk kepada Paulus. Yesus yang bangkit menampakkan diri kepada murid-murid telah mendahului mereka ke Galilea dan menampakkan diri kepada banyak orang. Pada akhirnya berita kebangkitan Yesus tersiar keseluruh negeri. Sekalipun Mahkamah Agama berupaya melakukan kebohongan dengan menyogok penjaga kubur Yesus. Upaya mereka siasia saja karwna berita kebangkitan Yesus telah tersiar. Satu catatan dari Injil Lukas dituliskan Lukas 24:18 (TB)  Seorang dari mereka, namanya Kleopas, menjawab-Nya: "Adakah Engkau satu-satunya orang asing di Yerusalem, yang tidak tahu apa yang terjadi di situ pada hari-hari belakangan ini?"


Kebangkitan Yesus Kristus bukan hanya kepada orang-orang yang berjumpa langsung dengan Yesus, tetapi juga kepada orang banyak melaluimpenampakan. Hal ini jugalah hang disaksikan oleh Paulus dimana dia ditetapkan menjadi murid Yesus Kristus melalui suatu "penyataan" (wahyu). Benar, Paulus bukanlah murid seperti kedua belas murid. Tetapi Injil yang diterima Paulus berasal dsri Yesus Kristus.  Paulus menjadi murid melalui suatu perjumpaan khusus yakni melalui penampakan (ophthe, 1 Kor 15:8 ωφθη) dan melalui penyataan (apokalupseos Galatia 1:12) αποκαλυψεως ιησου χριστου)


Artinya sekalipun Paulus tidak seperti pemuridan keduabelas murid, Paulus benar-benar menerima Injil langsung dari Yesus Kristus Galatia 1:11-12 (TB)  Sebab aku menegaskan kepadamu, saudara-saudaraku, bahwa Injil yang kuberitakan itu bukanlah injil manusia. Karena aku bukan menerimanya dari manusia, dan bukan manusia yang mengajarkannya kepadaku, tetapi aku menerimanya oleh penyataan Yesus Kristus.


Apa yang menarik dalam penjelasab Paulus tentang kebangkitan Yesus Kristus, baiklah kita gali kotbah Minggu ini. 


1. Murid Yesus Kristus pasca kebangkitan

Paulus adalah murid yang ditangkap melalui suatu pertobatan. Karena ketaatannya kepada agama Yahudi dia menerima legitimasi dari mahkamah agama untuk mengejar dan menganiaya jemaat. Dia sangat dikenal penganiaya jemaat, namun itulah jalan Tuhan saat mengejar jemaat ke Damaskus dia ditangkap oleh Kristus (Kis Rasul 9:1-31). Saulus menjadi Paulus, pengejar jemaat menjadi pemberita Injil. Bukan itu saja, Paulus secara apik mengetahui historis Yesus Kristus, pelayanannya, pengajarannya hingga berita tentang kematian dan kebangkitanNya serta pernjelasan penggenapan Kitab Suci menge ai kehadiran Yesus Kristus. Yesus Kristus menyelamatkan dunia sebagaiamana dimaksudkan oleh Allah.


Pulus dalam 1 Korintus 15 menjelaskan fakta historis tentang kebangkitan Yesus Kristus pada hari ketiga. Paulus.menjelaskan Kristus telah mati karwna doaa-dosa kita sesuai dengan Kitab Suci. Dia dikuburkan, dan Ia telah bangkit pada hari ketiga sesuai dengan Kitab Suci. Kebangkitan Yesus Kristus adalah fakta historis karena menampakkan diri kepada Kefas dan murid-murid dan terakhir kepada Paulus. Paulus sendiri bersaksi bahwa masih ada saksi mata yang melihat Yesus yang telah bangkit. 


Murid pasca kebangkitan ini menarik kita dalami, menyaksikan kebenaran dengan berani dan tidak takut akan ancaman Romawi dan hasutan kaum agama Yahudi. Lihatlah Petrus sebelum kebangkitan dia emosional, tidak konsisten bahkan pernah menyangkal Yesus. Namun setelah kebangkitan Petrus memiliki kebranian luar biasa bahkan berpidato dihadapan kaum agama Yahudi dengan berapiapi memberitakan kebangkitan Yesus Kristus.


Paulus juga demikian, menyaksikan kebangkitan Yesus Kristus. Setelah pertobatannya Paulus berlari-lari dari satu kota ke kota lain memberitakan Injil Yesus Kristus. Kebangkitan Kristus adalah kebangkitan para murid memberitakan Injil Yesus Kristus. Sentralnya kebangkitan Yesus Kristus didalam iman Kristen Paulus berkata. 1 Korintus 15:14 (TB)  Tetapi andaikata Kristus tidak dibangkitkan, maka sia-sialah pemberitaan kami dan sia-sialah juga kepercayaan kamu.


2. Merasa tidak layak tetapj dilayakkan oleh kasih karunia

1 Korintus 15:9 (TB)  Karena aku adalah yang paling hina dari semua rasul, bahkan tidak layak disebut rasul, sebab aku telah menganiaya Jemaat Allah. 

Selanjutnya 

1 Korintus 15:10 (TB) Tetapi karena kasih karunia Allah aku adalah sebagaimana aku ada sekarang, dan kasih karunia yang dianugerahkan-Nya kepadaku tidak sia-sia. Sebaliknya, aku telah bekerja lebih keras dari pada mereka semua; tetapi bukannya aku, melainkan kasih karunia Allah yang menyertai aku. 


Ada kalimat dalam bahasa Inggris yang berkata "without God, we're nothing" - tanpa Tuhan kita kita tidak ada. Maka sangatlah penting bagi kita untuk menyadari betul siapa dan dimana posisi kita sebenarnya. Kita memang harus bekerja dan berusaha keras dalam hidup, tetapi tanpa kasih karuniaNya tidak akan ada satupun yang bisa kita capai. Tanpa kasih karuniaNya tidak akan ada pencapaian-pencapaian luar biasa yang bisa kita peroleh. Tanpa Tuhan, kita bukanlah apa-apa. Kita ada sebagaimana diri kita sekarang, itu adalah atas penyertaanNya, atas kasih karuniaNya.


Paulus menyadari betul hal ini dan dia pun menyampaikan bahwa dialah yang paling hina dqri seluruh para murid-murid Yesus Kristus. Selain dia menganianya jemaat namun Tuhan menangkap dia dan menjadikannya memberitakan Injil ke non Yahudi. 


 "Tetapi karena kasih karunia Allah aku adalah sebagaimana aku ada sekarang, dan kasih karunia yang dianugerahkan-Nya kepadaku tidak sia-sia. Sebaliknya, aku telah bekerja lebih keras dari pada mereka semua; tetapi bukannya aku, melainkan kasih karunia Allah yang menyertai aku." (1 Korintus 15:10). Aku ada sebagaimana aku ada sekarang, itu adalah hasil kasih karunia Allah, dan semua itu tidak ada yang sia-sia. Kita pun demikian. Kita ada sebagaimana kita sekarang, itu adalah hasil kasih karunia Allah. 


Pada kesempatan lain ia kembali mengingatkan hal yang mirip: "Tetapi harta ini kami punyai dalam bejana tanah liat, supaya nyata, bahwa kekuatan yang melimpah-limpah itu berasal dari Allah, bukan dari diri kami." (2 Korintus 4:7). Bukankah berkat, kekuatan atau talenta itu semuanya berasal dari Tuhan? Paulus merupakan hamba Tuhan yang begitu luar biasa dalam mewartakan kabar keselamatan. Tetapi dengan tulus ia mengakui bahwa keberhasilan pelayanannya bukanlah atas hasil keberanian dan kehebatannya. Bukan karena kepintaran, kekuatan dan kesanggupannya saja, melainkan berasal dari karunia Allah yang menyertainya. Maka sudah sepantasnya pula kemuliaan menjadi milik Tuhan dan bukan untuk kita pakai menyombongkan diri di hadapan orang lain.


Yesus berkata: "Akulah pokok anggur dan kamulah ranting-rantingnya. Barangsiapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia, ia berbuah banyak, sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa." (Yohanes 15:5). Kita akan berbuah banyak jika kita berada didalam Dia dan Dia berada di dalam kita. Tanpa itu kita bukanlah apa-apa. Ayub mengatakan bahwa manusia itu singkat umurnya. "Seperti bunga ia berkembang, lalu layu, seperti bayang-bayang ia hilang lenyap dan tidak dapat bertahan." (Ayub 14:2). Apalah artinya kita tanpa kasih karunia Tuhan? Maka dari itu kita harus ingat bahwa tidak ada satupun alasan yang bisa kita pakai untuk memegahkan atau menyombongkan diri, merasa hebat ketika kita mengalami keberhasilan dalam berbagai hal. Without God we're nothing.


Ada banyak orang yang jatuh justru disaat mereka mulai merasakan kesuksesan atau keberhasilan. Bahkan di antara orang percaya sekalipun termasuk hamba-hamba Tuhan bisa terjatuh karena kesombongan. Kemuliaan seharusnya menjadi hak Tuhan dan bukan hak kita. Dan lihat Firman Tuhan pun berkata: "Ia harus makin besar, tetapi aku harus makin kecil." (Yohanes 3:30). Janganlah kita sampai berani mencuri apa yang menjadi hak Tuhan. Ingatlah bahwa kita ada sebagaimana kita ada sekarang adalah hasil dari kasih karunia Tuhan. Semakin tinggi kita naik, semakin rendah hati pula kita seharusnya. Ingatlah bahwa Roh Kudus hanya bisa bekerja bagi orang yang hatinya dipenuhi kerendahan dan mau dibentuk. Jika kesuksesan hadir hari ini, bersyukurlah dan jangan jadikan itu untuk bersikap angkuh dan lupa diri. Sebaliknya pakailah itu untuk memberkati sesama dan memuliakan Tuhan atas segala kasih karuniaNya yang luar biasa yang telah Dia curahkan atas kita. *Bukan kuat dan hebat kita, tetapihanya oleh kasih karunia Allah yang menjadikan kita sebagaimana kita hari ini*


3. Bekerja lebih giat - bekerja keras

Teolog A.M Hunter penulis Teologi Perjanjian Baru menjelaskan setidaknya ada 3 makna kebangkitan Yesus Kristus: 1. Vindication od thw Thruth (pembuktian kebenaran), 2 defeat of death (mematikan kematian - mengalahkan maut) dan 3. Ongoing ministry (melanjilutkan pemberitaan Injil). 


Ketiga makna ini penting kita maknai pasca kebangkitan. 


Kebangkitan Kristus adalah pembuktian kebenaran, Yesus Kristus bangkit benar-benar membuktikan kebenaran kitab suci, kebangkitan Yeus Kristus pembuktian bahwa apa yang dikatakan oleh Yesus Kristus tentang diriNya adalah kebeneran. Yesus Kristus adalah penggenapan janji Allah sebagaimana dalam Kitab Suci. Yesus memenuhi segala janji Allah untuk menyelamatkan manusia dari dosa dan kematian. 


Dalam kehidupan kita pembuktian kebenaran sangat perlu untuk mengalahkan firnah dan khasutan. Dalam masa pelayanannya begitu banyak siasat tokoh agama Yahudi terhadap Yesus bahkan samapi kemagian dan kebangkitannya juga melakukan rekayasa kebohongan. Kita yang merayakan kebangkitan Kristus kita diajak untuk menjadi orang-orang yang membuktikan kebeneran agar kebohongan dan kepalsuan dieliminir dari kehidupan kita.


Kebangkitan Kristus harus digelorakan membeei semangat untuk kehidupan. Bagi saya ini harus lebih dalam dimaknai sebagai uoaya kita membangun kehidupan. Jika Krostus telah m3ngalahkan maut maka orang Kristen harus memberikan semangat hidup dan membangun kehidupan. Maka tugas gereja adalah mengarahkan kehidupan ini adalah anugerah, kesempatan yang diberikan Tuhan untuk berbuat yang terbaik. Maka segala keinginan manusia yang menjerumuskan kita kepada kematian harus dilawan. Bukankah godaan yang mengjancurkan kehidupan kita terus mempengaruhi kita: kekerasan, narkoba, penyakit sosial, tindakan amoral dan berbagai tindakan yang tidak manusia harus dilawan karena Kristus telah memberikan kesempatan hidup bagi kita.


Kebangkitan Kristus memberikan mandat bagi para murid untuk melanjutkan pelayanan Yesus Kristus di dunia ini. Yesus bangkit dan menampakkan diri kepada murid-murid, menyemangati dan mengutus murid-murid memberitakan Injil. Mari kita lakukan tugas-tugas pengabdian dan pelayanan ini dengan kerendahan hari seperti yang disampaikan oleh Paulus. Sesungguhnya menjadi murid ini adalah bukan karena kita layak tetapi dilayakkan oleh anugerah Yesus Kristus. 


Kristus telah bangkit, marilah kita bekerja lebih giat membangun kehidupan ini lebih baik, mendirikan kerjaan Allah dan kebenarannya serta menghasilkan buah-buah iman yang membangun persekutuan orang percaya. 


Pada bagian akhir atas semua penyataan Injil Yesus Kristus penangkapannya menjadi rasul Paukus memiliki statemen: bekerja lebih keras agar semakin banyak orang yang percaya kepada Yesus Kristus. 

1 Korintus 15:10 (TB)  Tetapi karena kasih karunia Allah aku adalah sebagaimana aku ada sekarang, dan kasih karunia yang dianugerahkan-Nya kepadaku tidak sia-sia. Sebaliknya, aku telah bekerja lebih keras dari pada mereka semua; tetapi bukannya aku, melainkan kasih karunia Allah yang menyertai aku. 


Sahabatku, selamat Paskah! Tuhan Yesus Kristus tekah bangkit, memanggil dan menetapkan kita menjadi muridNya. Mari bekerja keras melakukan manat Yesus Kristus, melayani lebih giat agar semakin banyak orsng percaya.  Tuhan Yesus menyertai kita sampai akhir jaman. Amin


Salamat Paskah: 

Pdt Nekson M Simanjuntak, MTh

Praeses HKBP Distrik 18 Jabartendiy



Kamis, 02 April 2026

SUNGGUH YESUS KRISTUS ADALAH ANAK ALLAH

 Catatan Kotbah Jumat Agung, 

Ev: Matius 27:45-56

Jumat, 3 Apr 2026




SUNGGUH YESUS ADALAH ANAK ALLAH


Sahabat yang baik hati, selamat beribadah di Jumat Agung ini. Peristiwa Jumat Agung adalah peristiswa dimana Allah melakukan penebusan bagi manusia dari dosa melalui kematian Yesus di kayu salIb.  Setiap orang hendaknya memandang salib, disana ada keselamatan, pengorbanan, penghapusan dosa.  Setiap memperingati Jumat Agung seluruh anggota keluarga ikut merasakan dan menghayati pengorbanan Kristus di kayu salib. Peristiwa salib ini merupakan penebusan dan pembebasan. Yesus Kristus telah menebus kita dari hutang dosa dan telah membanyarnya dengan lunas melalui darah Yesus Kristus. Kemstian Yesus di kayu salib telah membebas.manusia dari kuk perhambaan dosa.


Firman Tuhan dalam ibadah Jumat Agung hari ini tertulis dalam Matius 27:45-56 dengan Topik, Sungguh Yesus adalah Anak Allah. Peristiwa-peristiwa yang terjadi pada peristiwa Jumat Agung adalah pembuktian Yesus adalah Anak Allah. Dari runtutan peristiwa, fenomena alam yang terjadi semuanya membuktikan Yesus adalah Anak Allah sebagaimana diakui oleh kepala prajurit.

Matius 27:54 (TB)  Kepala pasukan dan prajurit-prajuritnya yang menjaga Yesus menjadi sangat takut ketika mereka melihat gempa bumi dan apa yang telah terjadi, lalu berkata: "Sungguh, Ia ini adalah Anak Allah."



Saudara-saudara yang kekasih, Peristiwa jumat Agung adalah peristiwa besar yang sangat Agung , yaitu: kita menyaksikan karya keselamatan Allah melalui peristiwa salib Kristus. Dengan melihat salib sesungguhnya kita bukan melihat kematian tetapi melihat kehidupan.  Karena melihat kematian Yesus Kristus kita melihat kehidupan umat manusia.  Karena itu, dalam merayakan Jumat Agung kita harus melihat Yesus itu sendiri sebagai titik sentral dalam merayakan Jumat Agung, kita melihat apa yang dilakukan oleh Tuhan Yesus.


1. Lihatlah Sang Anak Manusia di Golgata

Ada banyak peristiwa yang dapat kita petik dari peristiwa Salib di Golgata, setidaknya saya catat dalam kotbah ini:


Pertama, Yesus berjalan di "via dolorosa", menjalani penderitaan,  sakit yang dirasakan:  pukulan,  ludah dan segala kebencian yang disampaikan kepada Yesus tanpa menyerah. Semuanya dijalaninya terus dengan kepasrahan tiada dendam. Kebencian tak mempengaruhi Yesus menuju Golgata.   Inilah yang dilakukan oleh Yesus rela menderita dan berjalan terus sampai ke titik yang ditentukan oleh Tuhan yaitu salib.


Yang kedua peristiwa Jumat Agung yang sangat Agung dalam diri Yesus adalah Yesus itu mengampuni. Apa yang dikatakan oleh Yesus kepada orang-orang yang memukul dan menampar, mengejek dan mengolok-olokkan Yesus.  Yesus mengampuni mereka: Ya Bapa ampunilah mereka sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat. Suatu pengampunan yang luar biasa dari Tuhan Yesus. Yesus membawa segala kebencian mereka itu supaya disalibkan dalam peristiwa Golgata.


Peristiwa agung yang ketiga dalam menjalani Golgata. Yesus itu berdoa. Doa Tuhan Yesus:  "Eli, eli lama sabakh tanei." Jika ini terjemahkan kata-kata ini berarti: "Allahku Allahku mengapa engkau meninggalkan aku". Ini bukanlah sikap protes terhadap Tuhan yang meninggalkan  Dia sendirian menjalani penderitaan dan sengsara. Eli, Eli lama sabakhtanei adalah doa orang saleh, doa orang Yahudi menghadapi pergumulan berat yang tertulis dalam Mazmur 22:2  "Allahku Allahku Mengapa engkau meninggalkan aku".  Ini doa orang saleh ketika menghadapi pergumulan. Dia menyerahkan pergumulannya kepada Tuhan dan percaya Tuhan akan menolong dia. Yesus mengatakan doa ini bukanlah sikap protes karena Tuhan meninggalkan dia tetapi dalam penderitaan yang berat, hanya selangkah lagi akan mati dikayu salib, Yesus menyerahkan seluruhnya ke dalam tangan Tuhan.


Yang keempat peristiwa agung yang dilakukan oleh Tuhan Yesus di kayu salib adalah menyerahkan nyawaNya.  Yesus mempersembahkan hidupnya menjadi tebusan dosa-dosa manusia.  "Ya Bapa ke dalam tanganMu kuserahkan nyawaku."


Itulah penyerahan diri. Tuhan Yesus mempersembahkan hidupNya untuk menebus dosa dosa kita; dosa saya, dosa saudara dan dosa dunia ini telah ditebus oleh Yesus Kristus.


2. Salib adalah Transformasi


Jika Yesus telah rela mati dikayu salib apakah yang mau dilakukan oleh manusia? Kematian Yesus itu hendaknya tidak sia-sia tetapi kematianNya melakukan transformasi bagi umat manusia.  Peristiwa Jumat Agung harus merubah manusia lama menjadi manusia baru


 Setidaknya dalam firman ini ada sifat-sifat manusiawi yang harus kita rubah, yaitu: 


a. Anggur manis dibalas anggur asam

Pertama dalam firman ini yaitu seorang yang berlari membawa anggur yang asam kepada Tuhan Yesus. Ini maung menggambarkan sifat manusia yang tidak mau berterima kasih. Sifat manusia itu berhianat, tidak pernah mengucapkan terima kasih atas kebaikan orang lain.  Saya yakin orang-orang yang hadir dalam mengikuti prosesi penyaliban Tuhan Yesus itu mungkin mereka adalah sebagian orang-orang yang menikmati anggur yang baik ketika Yesus hadir di perkawinan Kana. Tapi apa hang mereka bawa kepada Tuhan Yesus?  Lihatkah mereka memberikan anggur yang asam kepada Yesus.  Itu sesungguhnya cerminan manusiawi yang harus dirubah oleh peristiwa salib.  Salib Kristus harus merubah kehidupan manusia jangan yang membalas kan kebaikan dengan kejahatan, jangan membalaskan madu dengan tuba, jangan membalas kan yang baik dengan racun tetapi lakukanlah kebaikan yang lebih baik. 

 

b. Ketidakpedulian

Kedua yang harus di transformasi peristiwa Jumat Agung dari diri manusia yaitu ketidak pedulian. Ketika ada orang yang memberikan orang yang akan memberikan anggur asam dia menghentikannya. Baiklah kita lihat apakah Elia menolong Dia. Ini gambaran manusia yang tidak perduli apatis dan ego.  Tidak ada nurani,  tidak mau menolong orang sudah mau mati di depannya. Manusia demikian adalah yang yang telah mematikan kata hati,  tidak ada lagi nurani untuk menolong orang lain. Salib Kristus harus merubah ketidak pedulian, ego dan tidak peduli dengan orang lain atau semboyan EGP (Emangnya gue pikirin).  EGP pada masa peristiwa Civid-19 ini harus benar-benar dirubah: karena yang sehat, yang sakit, yang kaya,  yang miskin tidak peduli siapapun semuanya dihantam oleh Cobid. Ayo merubah diri yang selama ini tidak peduli dengan orang lain, tidak peduli dengan basib orang lain,  tidak peduli dengan karyawannya, tidak peduli anak buahnya, tidak peduli dengan lingkungan sekitarnya. Hari ini peristiwa Jumat Agung harus mengubah kita untuk peduli terhadap orang lain . 


c. Kekerasan

Yang ketiga menurut saya orang-orang yang melihat peristiwa penyaliban harus merubah diri bagi saya prajurit yang hadir di sini adalah kekerasan.  Lihatlah mereka menunggang kuda, membawa tongkat,  membawa tombak untuk menghajar dan memukuli Tuhan Yesus selama Via dolorosa.  Kekerasan emi kekerasan di dunia ini harus dirubah oleh salib Kristus.  Dendam an iri hati, peperangan,  permusuhan dan kebencian harus kita hentikan. Seluruhnya orang-orang yang mengangkat dirinya tinghi,  membanggakan kekuasaannya,  yang membanggakan pedangnya harus tertunduk dan malu karena Yesus telah mati untuk kita. 


3. Peristiwa-peristiwa di Jumat Agung? 


Pertama: makna tabir bait Allah terbelah dua 

Apa itu bapak-bapak dan ibu-ibu yang selama ini ada pemisah antara ruang Maha Kudus dan ruang Kudus dalam bait Allah itu telah dirubuhkan oleh Tuhan Yesus. Ini artinya melalui pengorbanan Kristus kita telah diperdamaikan dengan Allah. Anda bisa meminta doa pengampunan dosa langsung kepada Tuhan Yesus tanpa imam. Orang-orang percaya harus bisa menjadi imam yang membawa hidupNya dihadapan Tuhan. Yesus Kristus itu telah mendamaikan kita dengan Allah


Kedua peristiwa kematian Yesus itu ada gempa dan saat gempa itu banyak kubur terbuka dan orang mati bangkit. Menunjukkan kuasa Yesus Kristus, yang membangkita orang mati. Tidak ada informasi atau catatan uang kita temukan perihal ini, namun semasa hiduoNya Yesus pernah membangkitkan ornag mati. Penulis Matius hendak menjelaskan kuasa Yesus atas kematian. Kita semua manusia harus mengalami kematian tetapi kematian kita telah dijamin oleh kematian Kristus. Barangsiapa yang percaya kepada Yesus Kristus tidak akan binasa tetapi memperoleh hidup yang kekal orang-orang yang merayakan Jumat Agung berarti dia membahayakan kehidupan.


Ketiga: hidup orang percaya harus setia mengikut Tuhan Yesus mau melayani Tuhan Yesus. 

Itulah yang dicatat oleh Injil Matius dalam ayat ayat terakhir khotbah ini. Ada Maria Magdalena ada Maria Ibu Yakobus dan peremouan lainnya. Mereka setia mengikuti Tuhan Yesus sampai ke Golgata dan mereka mau melayani Tuhan Yesus.  Orang-orang yang merayakan Jumat Agung menjadi orang yang setia. Apapun yang terjadi sekalipun Yesus sesah, disiksa dan dianiaya mereka tetap mengikut Yesus dan melayani. 


4. Panggilan menyaksiakan Kristus: sungguh Yesus adalah Anak Allah


Topik kotbah di Jumat Agung ini menuntut jawaban darinkita yang menyaksikan merayakan Jumat Agung. Dsri semua peristiwa yang terjadi dsri pekayanan Yesus, Pengajaran, Kotbah, Muiizat-mujizat yang dilakukan oleh Yesus membuktikan tidak ada lagi keraguan kita mempercayai Yesus sebagai Anak Allah. 


Kemudian setekah peristiwa Palmarum, diman Yesus memasuki kita Yerusalem dan peristiwa-peristiwa Kamis Putih, penangkapan, persidangan, via dolorosa hingga penyaliban hingga kematian Yesus Kristus memperoleh suatu kesimpulan bahwa sesungguhnya Yesus adalah Anak Allah. Dialah korban penghapusan dosa untuk menyelamatkan kita. 


Selain menuntut kesetiaan mengikut Yesus seperti Maria, Maria Magdalena dan perempuan-perempuan lainnya tetap setia mengikut Yesus. Di peristiwa Jumat Agung diingatkan kembali tugas orang percaya menyakdikan Yesus adalah Anak Allah. Yesus telah mati untuk kita, Dia menyerahkan nyatlwanya untuk menebus kita dari dosa dan kemstian. Maka upah dsri lenhorbanan Kristus saat ini kita diajak untuk menjadi saksi Kristus di dunia ini. Yesus adalah Yuruselamat yang kita percayai dalam hidup ini. Tuhan memberkati! Amin


Salam: Pdt Nekson M Simanjuntak

Praeses HKBP D.18 Jabartengdiy


PANGGILANMENJADI MURID KRISTUS PASCA KEBANGKITAN

  Catatan Kotbah: Pesta Paskah I (Pestaa Kebangkitan Yesus Kristus) Minggu, 5 April 2026 Ev. 1 Korintus 15:1-11 PANGGILAN MENJADI MURID PASC...