Sabtu, 04 April 2026

PANGGILANMENJADI MURID KRISTUS PASCA KEBANGKITAN

 Catatan Kotbah: Pesta Paskah I (Pestaa Kebangkitan Yesus Kristus)

Minggu, 5 April 2026

Ev. 1 Korintus 15:1-11




PANGGILAN MENJADI MURID PASCA KEBANGKITAN YESUS KRISTUS


Selamat Paskah! Kristus telah Bangkit, Terpujilah Tuhan. Setelah peristiwa Jumat Agung, suasana hati para murid tentu sangat mencekam karena Yesus mati dan dikuburkan. Mereka kehilangan orang yang mengajari dan membimbing hidup mereka.  Mereka takut dan cemas atas ancaman dari Romawi karwna Yesus dihuku dengan mati di kayu salib akan adakah pencarian kepada murid-muridNya? Ditambah lagi mereka akan menghadapi sikap sinisme dari tokoh Agama Yahudi seperti Farisi. Dalam bayang-bayang ketidak pastian, ada berita Kristus telah bangkit dan para perempuan menjadi saksi kubur telah kosong. Petrus sendiri berlari ke kubur setelah mendengar kabar itu dan akhir dia menyaksikan sendiri Kristus telah bangkit kubur telah kosong. (Baca Mat 28:1-15,  Mark 16:1-8, Lukas 24:1-12 dan Yoh 20:1-10)


Kotbah Minggu ini merupakan penjelasan Paulus tentang kebangkitan Yesus dan penampakan pada murid-muridnya termasuk kepada Paulus. Yesus yang bangkit menampakkan diri kepada murid-murid telah mendahului mereka ke Galilea dan menampakkan diri kepada banyak orang. Pada akhirnya berita kebangkitan Yesus tersiar keseluruh negeri. Sekalipun Mahkamah Agama berupaya melakukan kebohongan dengan menyogok penjaga kubur Yesus. Upaya mereka siasia saja karwna berita kebangkitan Yesus telah tersiar. Satu catatan dari Injil Lukas dituliskan Lukas 24:18 (TB)  Seorang dari mereka, namanya Kleopas, menjawab-Nya: "Adakah Engkau satu-satunya orang asing di Yerusalem, yang tidak tahu apa yang terjadi di situ pada hari-hari belakangan ini?"


Kebangkitan Yesus Kristus bukan hanya kepada orang-orang yang berjumpa langsung dengan Yesus, tetapi juga kepada orang banyak melaluimpenampakan. Hal ini jugalah hang disaksikan oleh Paulus dimana dia ditetapkan menjadi murid Yesus Kristus melalui suatu "penyataan" (wahyu). Benar, Paulus bukanlah murid seperti kedua belas murid. Tetapi Injil yang diterima Paulus berasal dsri Yesus Kristus.  Paulus menjadi murid melalui suatu perjumpaan khusus yakni melalui penampakan (ophthe, 1 Kor 15:8 ωφθη) dan melalui penyataan (apokalupseos Galatia 1:12) αποκαλυψεως ιησου χριστου)


Artinya sekalipun Paulus tidak seperti pemuridan keduabelas murid, Paulus benar-benar menerima Injil langsung dari Yesus Kristus Galatia 1:11-12 (TB)  Sebab aku menegaskan kepadamu, saudara-saudaraku, bahwa Injil yang kuberitakan itu bukanlah injil manusia. Karena aku bukan menerimanya dari manusia, dan bukan manusia yang mengajarkannya kepadaku, tetapi aku menerimanya oleh penyataan Yesus Kristus.


Apa yang menarik dalam penjelasab Paulus tentang kebangkitan Yesus Kristus, baiklah kita gali kotbah Minggu ini. 


1. Murid Yesus Kristus pasca kebangkitan

Paulus adalah murid yang ditangkap melalui suatu pertobatan. Karena ketaatannya kepada agama Yahudi dia menerima legitimasi dari mahkamah agama untuk mengejar dan menganiaya jemaat. Dia sangat dikenal penganiaya jemaat, namun itulah jalan Tuhan saat mengejar jemaat ke Damaskus dia ditangkap oleh Kristus (Kis Rasul 9:1-31). Saulus menjadi Paulus, pengejar jemaat menjadi pemberita Injil. Bukan itu saja, Paulus secara apik mengetahui historis Yesus Kristus, pelayanannya, pengajarannya hingga berita tentang kematian dan kebangkitanNya serta pernjelasan penggenapan Kitab Suci menge ai kehadiran Yesus Kristus. Yesus Kristus menyelamatkan dunia sebagaiamana dimaksudkan oleh Allah.


Pulus dalam 1 Korintus 15 menjelaskan fakta historis tentang kebangkitan Yesus Kristus pada hari ketiga. Paulus.menjelaskan Kristus telah mati karwna doaa-dosa kita sesuai dengan Kitab Suci. Dia dikuburkan, dan Ia telah bangkit pada hari ketiga sesuai dengan Kitab Suci. Kebangkitan Yesus Kristus adalah fakta historis karena menampakkan diri kepada Kefas dan murid-murid dan terakhir kepada Paulus. Paulus sendiri bersaksi bahwa masih ada saksi mata yang melihat Yesus yang telah bangkit. 


Murid pasca kebangkitan ini menarik kita dalami, menyaksikan kebenaran dengan berani dan tidak takut akan ancaman Romawi dan hasutan kaum agama Yahudi. Lihatlah Petrus sebelum kebangkitan dia emosional, tidak konsisten bahkan pernah menyangkal Yesus. Namun setelah kebangkitan Petrus memiliki kebranian luar biasa bahkan berpidato dihadapan kaum agama Yahudi dengan berapiapi memberitakan kebangkitan Yesus Kristus.


Paulus juga demikian, menyaksikan kebangkitan Yesus Kristus. Setelah pertobatannya Paulus berlari-lari dari satu kota ke kota lain memberitakan Injil Yesus Kristus. Kebangkitan Kristus adalah kebangkitan para murid memberitakan Injil Yesus Kristus. Sentralnya kebangkitan Yesus Kristus didalam iman Kristen Paulus berkata. 1 Korintus 15:14 (TB)  Tetapi andaikata Kristus tidak dibangkitkan, maka sia-sialah pemberitaan kami dan sia-sialah juga kepercayaan kamu.


2. Merasa tidak layak tetapj dilayakkan oleh kasih karunia

1 Korintus 15:9 (TB)  Karena aku adalah yang paling hina dari semua rasul, bahkan tidak layak disebut rasul, sebab aku telah menganiaya Jemaat Allah. 

Selanjutnya 

1 Korintus 15:10 (TB) Tetapi karena kasih karunia Allah aku adalah sebagaimana aku ada sekarang, dan kasih karunia yang dianugerahkan-Nya kepadaku tidak sia-sia. Sebaliknya, aku telah bekerja lebih keras dari pada mereka semua; tetapi bukannya aku, melainkan kasih karunia Allah yang menyertai aku. 


Ada kalimat dalam bahasa Inggris yang berkata "without God, we're nothing" - tanpa Tuhan kita kita tidak ada. Maka sangatlah penting bagi kita untuk menyadari betul siapa dan dimana posisi kita sebenarnya. Kita memang harus bekerja dan berusaha keras dalam hidup, tetapi tanpa kasih karuniaNya tidak akan ada satupun yang bisa kita capai. Tanpa kasih karuniaNya tidak akan ada pencapaian-pencapaian luar biasa yang bisa kita peroleh. Tanpa Tuhan, kita bukanlah apa-apa. Kita ada sebagaimana diri kita sekarang, itu adalah atas penyertaanNya, atas kasih karuniaNya.


Paulus menyadari betul hal ini dan dia pun menyampaikan bahwa dialah yang paling hina dqri seluruh para murid-murid Yesus Kristus. Selain dia menganianya jemaat namun Tuhan menangkap dia dan menjadikannya memberitakan Injil ke non Yahudi. 


 "Tetapi karena kasih karunia Allah aku adalah sebagaimana aku ada sekarang, dan kasih karunia yang dianugerahkan-Nya kepadaku tidak sia-sia. Sebaliknya, aku telah bekerja lebih keras dari pada mereka semua; tetapi bukannya aku, melainkan kasih karunia Allah yang menyertai aku." (1 Korintus 15:10). Aku ada sebagaimana aku ada sekarang, itu adalah hasil kasih karunia Allah, dan semua itu tidak ada yang sia-sia. Kita pun demikian. Kita ada sebagaimana kita sekarang, itu adalah hasil kasih karunia Allah. 


Pada kesempatan lain ia kembali mengingatkan hal yang mirip: "Tetapi harta ini kami punyai dalam bejana tanah liat, supaya nyata, bahwa kekuatan yang melimpah-limpah itu berasal dari Allah, bukan dari diri kami." (2 Korintus 4:7). Bukankah berkat, kekuatan atau talenta itu semuanya berasal dari Tuhan? Paulus merupakan hamba Tuhan yang begitu luar biasa dalam mewartakan kabar keselamatan. Tetapi dengan tulus ia mengakui bahwa keberhasilan pelayanannya bukanlah atas hasil keberanian dan kehebatannya. Bukan karena kepintaran, kekuatan dan kesanggupannya saja, melainkan berasal dari karunia Allah yang menyertainya. Maka sudah sepantasnya pula kemuliaan menjadi milik Tuhan dan bukan untuk kita pakai menyombongkan diri di hadapan orang lain.


Yesus berkata: "Akulah pokok anggur dan kamulah ranting-rantingnya. Barangsiapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia, ia berbuah banyak, sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa." (Yohanes 15:5). Kita akan berbuah banyak jika kita berada didalam Dia dan Dia berada di dalam kita. Tanpa itu kita bukanlah apa-apa. Ayub mengatakan bahwa manusia itu singkat umurnya. "Seperti bunga ia berkembang, lalu layu, seperti bayang-bayang ia hilang lenyap dan tidak dapat bertahan." (Ayub 14:2). Apalah artinya kita tanpa kasih karunia Tuhan? Maka dari itu kita harus ingat bahwa tidak ada satupun alasan yang bisa kita pakai untuk memegahkan atau menyombongkan diri, merasa hebat ketika kita mengalami keberhasilan dalam berbagai hal. Without God we're nothing.


Ada banyak orang yang jatuh justru disaat mereka mulai merasakan kesuksesan atau keberhasilan. Bahkan di antara orang percaya sekalipun termasuk hamba-hamba Tuhan bisa terjatuh karena kesombongan. Kemuliaan seharusnya menjadi hak Tuhan dan bukan hak kita. Dan lihat Firman Tuhan pun berkata: "Ia harus makin besar, tetapi aku harus makin kecil." (Yohanes 3:30). Janganlah kita sampai berani mencuri apa yang menjadi hak Tuhan. Ingatlah bahwa kita ada sebagaimana kita ada sekarang adalah hasil dari kasih karunia Tuhan. Semakin tinggi kita naik, semakin rendah hati pula kita seharusnya. Ingatlah bahwa Roh Kudus hanya bisa bekerja bagi orang yang hatinya dipenuhi kerendahan dan mau dibentuk. Jika kesuksesan hadir hari ini, bersyukurlah dan jangan jadikan itu untuk bersikap angkuh dan lupa diri. Sebaliknya pakailah itu untuk memberkati sesama dan memuliakan Tuhan atas segala kasih karuniaNya yang luar biasa yang telah Dia curahkan atas kita. *Bukan kuat dan hebat kita, tetapihanya oleh kasih karunia Allah yang menjadikan kita sebagaimana kita hari ini*


3. Bekerja lebih giat - bekerja keras

Teolog A.M Hunter penulis Teologi Perjanjian Baru menjelaskan setidaknya ada 3 makna kebangkitan Yesus Kristus: 1. Vindication od thw Thruth (pembuktian kebenaran), 2 defeat of death (mematikan kematian - mengalahkan maut) dan 3. Ongoing ministry (melanjilutkan pemberitaan Injil). 


Ketiga makna ini penting kita maknai pasca kebangkitan. 


Kebangkitan Kristus adalah pembuktian kebenaran, Yesus Kristus bangkit benar-benar membuktikan kebenaran kitab suci, kebangkitan Yeus Kristus pembuktian bahwa apa yang dikatakan oleh Yesus Kristus tentang diriNya adalah kebeneran. Yesus Kristus adalah penggenapan janji Allah sebagaimana dalam Kitab Suci. Yesus memenuhi segala janji Allah untuk menyelamatkan manusia dari dosa dan kematian. 


Dalam kehidupan kita pembuktian kebenaran sangat perlu untuk mengalahkan firnah dan khasutan. Dalam masa pelayanannya begitu banyak siasat tokoh agama Yahudi terhadap Yesus bahkan samapi kemagian dan kebangkitannya juga melakukan rekayasa kebohongan. Kita yang merayakan kebangkitan Kristus kita diajak untuk menjadi orang-orang yang membuktikan kebeneran agar kebohongan dan kepalsuan dieliminir dari kehidupan kita.


Kebangkitan Kristus harus digelorakan membeei semangat untuk kehidupan. Bagi saya ini harus lebih dalam dimaknai sebagai uoaya kita membangun kehidupan. Jika Krostus telah m3ngalahkan maut maka orang Kristen harus memberikan semangat hidup dan membangun kehidupan. Maka tugas gereja adalah mengarahkan kehidupan ini adalah anugerah, kesempatan yang diberikan Tuhan untuk berbuat yang terbaik. Maka segala keinginan manusia yang menjerumuskan kita kepada kematian harus dilawan. Bukankah godaan yang mengjancurkan kehidupan kita terus mempengaruhi kita: kekerasan, narkoba, penyakit sosial, tindakan amoral dan berbagai tindakan yang tidak manusia harus dilawan karena Kristus telah memberikan kesempatan hidup bagi kita.


Kebangkitan Kristus memberikan mandat bagi para murid untuk melanjutkan pelayanan Yesus Kristus di dunia ini. Yesus bangkit dan menampakkan diri kepada murid-murid, menyemangati dan mengutus murid-murid memberitakan Injil. Mari kita lakukan tugas-tugas pengabdian dan pelayanan ini dengan kerendahan hari seperti yang disampaikan oleh Paulus. Sesungguhnya menjadi murid ini adalah bukan karena kita layak tetapi dilayakkan oleh anugerah Yesus Kristus. 


Kristus telah bangkit, marilah kita bekerja lebih giat membangun kehidupan ini lebih baik, mendirikan kerjaan Allah dan kebenarannya serta menghasilkan buah-buah iman yang membangun persekutuan orang percaya. 


Pada bagian akhir atas semua penyataan Injil Yesus Kristus penangkapannya menjadi rasul Paukus memiliki statemen: bekerja lebih keras agar semakin banyak orang yang percaya kepada Yesus Kristus. 

1 Korintus 15:10 (TB)  Tetapi karena kasih karunia Allah aku adalah sebagaimana aku ada sekarang, dan kasih karunia yang dianugerahkan-Nya kepadaku tidak sia-sia. Sebaliknya, aku telah bekerja lebih keras dari pada mereka semua; tetapi bukannya aku, melainkan kasih karunia Allah yang menyertai aku. 


Sahabatku, selamat Paskah! Tuhan Yesus Kristus tekah bangkit, memanggil dan menetapkan kita menjadi muridNya. Mari bekerja keras melakukan manat Yesus Kristus, melayani lebih giat agar semakin banyak orsng percaya.  Tuhan Yesus menyertai kita sampai akhir jaman. Amin


Salamat Paskah: 

Pdt Nekson M Simanjuntak, MTh

Praeses HKBP Distrik 18 Jabartendiy



Kamis, 02 April 2026

SUNGGUH YESUS KRISTUS ADALAH ANAK ALLAH

 Catatan Kotbah Jumat Agung, 

Ev: Matius 27:45-56

Jumat, 3 Apr 2026




SUNGGUH YESUS ADALAH ANAK ALLAH


Sahabat yang baik hati, selamat beribadah di Jumat Agung ini. Peristiwa Jumat Agung adalah peristiswa dimana Allah melakukan penebusan bagi manusia dari dosa melalui kematian Yesus di kayu salIb.  Setiap orang hendaknya memandang salib, disana ada keselamatan, pengorbanan, penghapusan dosa.  Setiap memperingati Jumat Agung seluruh anggota keluarga ikut merasakan dan menghayati pengorbanan Kristus di kayu salib. Peristiwa salib ini merupakan penebusan dan pembebasan. Yesus Kristus telah menebus kita dari hutang dosa dan telah membanyarnya dengan lunas melalui darah Yesus Kristus. Kemstian Yesus di kayu salib telah membebas.manusia dari kuk perhambaan dosa.


Firman Tuhan dalam ibadah Jumat Agung hari ini tertulis dalam Matius 27:45-56 dengan Topik, Sungguh Yesus adalah Anak Allah. Peristiwa-peristiwa yang terjadi pada peristiwa Jumat Agung adalah pembuktian Yesus adalah Anak Allah. Dari runtutan peristiwa, fenomena alam yang terjadi semuanya membuktikan Yesus adalah Anak Allah sebagaimana diakui oleh kepala prajurit.

Matius 27:54 (TB)  Kepala pasukan dan prajurit-prajuritnya yang menjaga Yesus menjadi sangat takut ketika mereka melihat gempa bumi dan apa yang telah terjadi, lalu berkata: "Sungguh, Ia ini adalah Anak Allah."



Saudara-saudara yang kekasih, Peristiwa jumat Agung adalah peristiwa besar yang sangat Agung , yaitu: kita menyaksikan karya keselamatan Allah melalui peristiwa salib Kristus. Dengan melihat salib sesungguhnya kita bukan melihat kematian tetapi melihat kehidupan.  Karena melihat kematian Yesus Kristus kita melihat kehidupan umat manusia.  Karena itu, dalam merayakan Jumat Agung kita harus melihat Yesus itu sendiri sebagai titik sentral dalam merayakan Jumat Agung, kita melihat apa yang dilakukan oleh Tuhan Yesus.


1. Lihatlah Sang Anak Manusia di Golgata

Ada banyak peristiwa yang dapat kita petik dari peristiwa Salib di Golgata, setidaknya saya catat dalam kotbah ini:


Pertama, Yesus berjalan di "via dolorosa", menjalani penderitaan,  sakit yang dirasakan:  pukulan,  ludah dan segala kebencian yang disampaikan kepada Yesus tanpa menyerah. Semuanya dijalaninya terus dengan kepasrahan tiada dendam. Kebencian tak mempengaruhi Yesus menuju Golgata.   Inilah yang dilakukan oleh Yesus rela menderita dan berjalan terus sampai ke titik yang ditentukan oleh Tuhan yaitu salib.


Yang kedua peristiwa Jumat Agung yang sangat Agung dalam diri Yesus adalah Yesus itu mengampuni. Apa yang dikatakan oleh Yesus kepada orang-orang yang memukul dan menampar, mengejek dan mengolok-olokkan Yesus.  Yesus mengampuni mereka: Ya Bapa ampunilah mereka sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat. Suatu pengampunan yang luar biasa dari Tuhan Yesus. Yesus membawa segala kebencian mereka itu supaya disalibkan dalam peristiwa Golgata.


Peristiwa agung yang ketiga dalam menjalani Golgata. Yesus itu berdoa. Doa Tuhan Yesus:  "Eli, eli lama sabakh tanei." Jika ini terjemahkan kata-kata ini berarti: "Allahku Allahku mengapa engkau meninggalkan aku". Ini bukanlah sikap protes terhadap Tuhan yang meninggalkan  Dia sendirian menjalani penderitaan dan sengsara. Eli, Eli lama sabakhtanei adalah doa orang saleh, doa orang Yahudi menghadapi pergumulan berat yang tertulis dalam Mazmur 22:2  "Allahku Allahku Mengapa engkau meninggalkan aku".  Ini doa orang saleh ketika menghadapi pergumulan. Dia menyerahkan pergumulannya kepada Tuhan dan percaya Tuhan akan menolong dia. Yesus mengatakan doa ini bukanlah sikap protes karena Tuhan meninggalkan dia tetapi dalam penderitaan yang berat, hanya selangkah lagi akan mati dikayu salib, Yesus menyerahkan seluruhnya ke dalam tangan Tuhan.


Yang keempat peristiwa agung yang dilakukan oleh Tuhan Yesus di kayu salib adalah menyerahkan nyawaNya.  Yesus mempersembahkan hidupnya menjadi tebusan dosa-dosa manusia.  "Ya Bapa ke dalam tanganMu kuserahkan nyawaku."


Itulah penyerahan diri. Tuhan Yesus mempersembahkan hidupNya untuk menebus dosa dosa kita; dosa saya, dosa saudara dan dosa dunia ini telah ditebus oleh Yesus Kristus.


2. Salib adalah Transformasi


Jika Yesus telah rela mati dikayu salib apakah yang mau dilakukan oleh manusia? Kematian Yesus itu hendaknya tidak sia-sia tetapi kematianNya melakukan transformasi bagi umat manusia.  Peristiwa Jumat Agung harus merubah manusia lama menjadi manusia baru


 Setidaknya dalam firman ini ada sifat-sifat manusiawi yang harus kita rubah, yaitu: 


a. Anggur manis dibalas anggur asam

Pertama dalam firman ini yaitu seorang yang berlari membawa anggur yang asam kepada Tuhan Yesus. Ini maung menggambarkan sifat manusia yang tidak mau berterima kasih. Sifat manusia itu berhianat, tidak pernah mengucapkan terima kasih atas kebaikan orang lain.  Saya yakin orang-orang yang hadir dalam mengikuti prosesi penyaliban Tuhan Yesus itu mungkin mereka adalah sebagian orang-orang yang menikmati anggur yang baik ketika Yesus hadir di perkawinan Kana. Tapi apa hang mereka bawa kepada Tuhan Yesus?  Lihatkah mereka memberikan anggur yang asam kepada Yesus.  Itu sesungguhnya cerminan manusiawi yang harus dirubah oleh peristiwa salib.  Salib Kristus harus merubah kehidupan manusia jangan yang membalas kan kebaikan dengan kejahatan, jangan membalaskan madu dengan tuba, jangan membalas kan yang baik dengan racun tetapi lakukanlah kebaikan yang lebih baik. 

 

b. Ketidakpedulian

Kedua yang harus di transformasi peristiwa Jumat Agung dari diri manusia yaitu ketidak pedulian. Ketika ada orang yang memberikan orang yang akan memberikan anggur asam dia menghentikannya. Baiklah kita lihat apakah Elia menolong Dia. Ini gambaran manusia yang tidak perduli apatis dan ego.  Tidak ada nurani,  tidak mau menolong orang sudah mau mati di depannya. Manusia demikian adalah yang yang telah mematikan kata hati,  tidak ada lagi nurani untuk menolong orang lain. Salib Kristus harus merubah ketidak pedulian, ego dan tidak peduli dengan orang lain atau semboyan EGP (Emangnya gue pikirin).  EGP pada masa peristiwa Civid-19 ini harus benar-benar dirubah: karena yang sehat, yang sakit, yang kaya,  yang miskin tidak peduli siapapun semuanya dihantam oleh Cobid. Ayo merubah diri yang selama ini tidak peduli dengan orang lain, tidak peduli dengan basib orang lain,  tidak peduli dengan karyawannya, tidak peduli anak buahnya, tidak peduli dengan lingkungan sekitarnya. Hari ini peristiwa Jumat Agung harus mengubah kita untuk peduli terhadap orang lain . 


c. Kekerasan

Yang ketiga menurut saya orang-orang yang melihat peristiwa penyaliban harus merubah diri bagi saya prajurit yang hadir di sini adalah kekerasan.  Lihatlah mereka menunggang kuda, membawa tongkat,  membawa tombak untuk menghajar dan memukuli Tuhan Yesus selama Via dolorosa.  Kekerasan emi kekerasan di dunia ini harus dirubah oleh salib Kristus.  Dendam an iri hati, peperangan,  permusuhan dan kebencian harus kita hentikan. Seluruhnya orang-orang yang mengangkat dirinya tinghi,  membanggakan kekuasaannya,  yang membanggakan pedangnya harus tertunduk dan malu karena Yesus telah mati untuk kita. 


3. Peristiwa-peristiwa di Jumat Agung? 


Pertama: makna tabir bait Allah terbelah dua 

Apa itu bapak-bapak dan ibu-ibu yang selama ini ada pemisah antara ruang Maha Kudus dan ruang Kudus dalam bait Allah itu telah dirubuhkan oleh Tuhan Yesus. Ini artinya melalui pengorbanan Kristus kita telah diperdamaikan dengan Allah. Anda bisa meminta doa pengampunan dosa langsung kepada Tuhan Yesus tanpa imam. Orang-orang percaya harus bisa menjadi imam yang membawa hidupNya dihadapan Tuhan. Yesus Kristus itu telah mendamaikan kita dengan Allah


Kedua peristiwa kematian Yesus itu ada gempa dan saat gempa itu banyak kubur terbuka dan orang mati bangkit. Menunjukkan kuasa Yesus Kristus, yang membangkita orang mati. Tidak ada informasi atau catatan uang kita temukan perihal ini, namun semasa hiduoNya Yesus pernah membangkitkan ornag mati. Penulis Matius hendak menjelaskan kuasa Yesus atas kematian. Kita semua manusia harus mengalami kematian tetapi kematian kita telah dijamin oleh kematian Kristus. Barangsiapa yang percaya kepada Yesus Kristus tidak akan binasa tetapi memperoleh hidup yang kekal orang-orang yang merayakan Jumat Agung berarti dia membahayakan kehidupan.


Ketiga: hidup orang percaya harus setia mengikut Tuhan Yesus mau melayani Tuhan Yesus. 

Itulah yang dicatat oleh Injil Matius dalam ayat ayat terakhir khotbah ini. Ada Maria Magdalena ada Maria Ibu Yakobus dan peremouan lainnya. Mereka setia mengikuti Tuhan Yesus sampai ke Golgata dan mereka mau melayani Tuhan Yesus.  Orang-orang yang merayakan Jumat Agung menjadi orang yang setia. Apapun yang terjadi sekalipun Yesus sesah, disiksa dan dianiaya mereka tetap mengikut Yesus dan melayani. 


4. Panggilan menyaksiakan Kristus: sungguh Yesus adalah Anak Allah


Topik kotbah di Jumat Agung ini menuntut jawaban darinkita yang menyaksikan merayakan Jumat Agung. Dsri semua peristiwa yang terjadi dsri pekayanan Yesus, Pengajaran, Kotbah, Muiizat-mujizat yang dilakukan oleh Yesus membuktikan tidak ada lagi keraguan kita mempercayai Yesus sebagai Anak Allah. 


Kemudian setekah peristiwa Palmarum, diman Yesus memasuki kita Yerusalem dan peristiwa-peristiwa Kamis Putih, penangkapan, persidangan, via dolorosa hingga penyaliban hingga kematian Yesus Kristus memperoleh suatu kesimpulan bahwa sesungguhnya Yesus adalah Anak Allah. Dialah korban penghapusan dosa untuk menyelamatkan kita. 


Selain menuntut kesetiaan mengikut Yesus seperti Maria, Maria Magdalena dan perempuan-perempuan lainnya tetap setia mengikut Yesus. Di peristiwa Jumat Agung diingatkan kembali tugas orang percaya menyakdikan Yesus adalah Anak Allah. Yesus telah mati untuk kita, Dia menyerahkan nyatlwanya untuk menebus kita dari dosa dan kemstian. Maka upah dsri lenhorbanan Kristus saat ini kita diajak untuk menjadi saksi Kristus di dunia ini. Yesus adalah Yuruselamat yang kita percayai dalam hidup ini. Tuhan memberkati! Amin


Salam: Pdt Nekson M Simanjuntak

Praeses HKBP D.18 Jabartengdiy


Minggu, 29 Maret 2026

YESUS KRISTUS ADALAH TUHAN

Catatan Kotbah Minggu Palmarum



Minggu, 29 Maret 2026

Ev. Filipi 2:5-11


YESUS KRISTUS ADALAH TUHAN 


Selamat Hari Minggu! Kennosis; Kristus mengosongkan diri merupakan tema sentral dari kotbah kita Minggu ini. Menurut Paulus kennosis Kristus ini menjadi kata kunci yang sangat dalam memahami  keselamatan di dalam Yesus Kristus. Pengoson diri menjadikan Yesus Kristus ditinggikan. Paulus berkata Filipi 2:10-11 (TB)  supaya dalam nama Yesus bertekuk lutut segala yang ada di langit dan yang ada di atas bumi dan yang ada di bawah bumi,  dan segala lidah mengaku: "Yesus Kristus adalah Tuhan," bagi kemuliaan Allah, Bapa! 


Bagaimana kita memahami Kennosis Kristus!


1. Menaruh Perasaan yang terdapat di dalam Kristus


Filipi 2:5 (TB) "Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus"

 

Dalam suatu penelitian ada dua metode yang selalu dipeehatikan yaitu sebagai outsider dan insider. Outsider adalah seorang melihat dan meneliti sesuatu dari luar, jadi apa yang terjadi tidak dialami dan dirasakan dari dalam tetapi dari luar. Atau dengan kata lain menjelaskan sesuatu dari pengamatan seseorang dari luar. Berbeda dengan insider, mencermati dan meneliti sesuatu dari dalam, dia memasuki pengalaman dan menjelaskan sesuatu dengan menempatkan diri dsri dalam. Kedua pendekatan ini sama-sama memiliki keunggulan dalam metodologi penelitian. Namun menjelaskan sesuatu dari perspektif insider akan memudahkan kita memahami sesuatu yang erjadi di dalam masyarakat. 


Paulus dalam menjelaskan Kennosis Kristus dengan menganjurkan dari sudut pandang insider. Seseorang tidak akan memahami Kennosis Kristus jika dipandang dari sudut pandang outsider. Itulah sebabnya Paulus mengatakan: "hendaklah kamu kamu dlaam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat di dalam Kristus."


Menyamakan pikiran dan perasaan di dalam Kristus kita harus tetap berjuang menaruh pikiran dan perasaan kita seperti yang terdapat dalam Kristus Yesus. Missi Kristus di dunia ini tidak dilihat dari sudut pandang lain, tetapi dari sudut pandang missi Allah sendiri. Jika dilihat dari our sider benar apa yang dikatakan oleb Paukus bagi Yahudi saljb adalah bangu sandungan, bagi Yunani itu kebodohan. Tegapi dari sudut pandang missi Allah, penyelamatan di dalam Yesus Kristus sunghuh sesuatu yang sangat agung.


Paulus mengingatkan Jemaat Filipi bahwa orang Kristen harus memiliki goal dan tujuan yang jelas. Dan apa goal itu orang percaya? Goal itu adalah untuk mempunyai "pikiran dan perasaan yang sama dengan Kristus Yesus".  Bagaimana caranya agar kita mempunyai pikiran yang sama dengan yang ada di dalam Kristus Yesus?

 

Pertama, kita harus hidup di dalam Kristus, dan bersatu dengannya. Jika tidak hidup dan menyatu di dalam Kristus, kita tidak akan memiliki hati yang sama dengannya. Apakah hal hidup di dalam Kristus ini terdengar misterius? Kristus sudah diangkat Bapa Allah ke surga dan sekarang berada di samping kanan Allah, tapi kita masih berada di bumi, bagaimana kita bisa hidup di dalam Kristus? Bagaimana kita bisa hidup di dalam Kristus setiap hari? Bagaimana kita tahu bahwa kita tidak sedang hidup di dalam Kristus? Untuk memiliki hati Kristus, kita harus tinggal di dalam dia, bersatu dengan dia. Merenungkan kata-katanya, memahaminya dan melakukannnya. Itulah cara yang nyata untuk bersatu dengannya.


Kedua, kita harus merelakan Roh Kudus untuk bekerja, untuk memperbarui pikiran kita. Hal ini ditulis di Filipi 2:1, "Jadi karena dalam Kristus ada nasihat, ada penghiburan kasih, ada persekutuan Roh, ada kasih mesra dan belas kasihan,” Di Yeremia 13.23, dikatakan, "Macan tutul tidak dapat mengubah belangnya." Bagaimana seorang itu dapat mengubah dirinya sendiri? Apakah mungkin untuk sehati dan sepikiran dengan saudara seiman? Apakah mungkin untuk menjadi rendah hati, melihat orang lain sebagai lebih utama? Hati manusia itu tanpa disadari adalah sombong, merasakan diri lebih baik dari yang lain. Macan tutul tidak dapat mengubah belangnya. Bukanlah pekerjaan kita untuk melakukan transformasi, tapi itu adalah melalui karya roh kudus. Yang perlu kita lakukan adalah membuka hati kita, tidak mencari kepentingan sendiri atau puji-pujian yang sia-sia. Karena itu, agar dapat memiliki pikiran dan hati Kristus, maka kita harus memahami ucapannya, dan menerapkannya; kita juga harus membuka hati kita, mengizinkan roh kudus untuk bekerja.


2. Yesus Kristus Adalah Tuhan

Yesus Kristus adalah Tuhan, dijelaskan secara apik oleh Paulus. Yesus yang mengosongkan diri, merendahkan diri hingga taat mati di kayu salib melakukan missi Allah menyelamatkan manusia. Yesus kembali kepada keilahiannya dan segala yang ada di kolong langit bertekuk lutut dan semua suara mengaku, Yesus Kristus adalah Tuhan. 


2.1. Mengosongkan diri - kennosis

Filipi 2:6-7 (TB)  yang walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan, melainkan telah mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia.


Ada tiga makna penting kata kennosis atau "Mengosongkan diri"(kenoo) yang dihunakan dalam Filipi ini yakni: 1) mengosongkan; 2) menghapuskan, membuat tidak berpengaruh (make of no effect); atau 3) kehilangan pembenaran-(nya). Apa yang dikosongkan oleh Kristus dalam inkarnasiNya? Teori kenosis dengan segera akan menunjuk pada keallahan Kristus, yakni yang disebutkan dalam ayat 6, "rupa Allah" atau "kesetaraan dengan Allah." Karena itu, perlu bagi kita untuk mengerti arti "rupa Allah" (morphe theou) dalam ayat ini.


Jika anda pegiat drama khususnya dracin (drama cina) ada pasti sering pengikuti alur berpikir cerita dimana CEO menyamar di perusaan besar sebagai satpam atau pekerja pembersih atau tinggal di desa yang kumuh. Atau kisah Pangaerahln menjadi rakyat biasa sehingga doa mengegahui secara real pengalaman orisinil sikap orang pada bangsawan.  Meninggalkan status dsn mrngambil aktor sederhana dengan tujuan mengetahui karakter yang ditarget bagaimana sikap dan karakter yang asli. Dalam drama ada banyal pergumulan, tantangan, sinisme dan segala perlakuan yang tidak mengenakkan. Namun ketika penyamaran terbukan semua orsng berlutut dan memohon ampun atas sikap dsn perbuatan.


Kennosis tidak sama dengan istilah 'penyamaran' dimaksud namun ide pemikiran meninggalkan statusnya sangat mirip. Yesus yang Ilahi mengambil rupa seorang hamba. Meninggalkan segala statusnya dan mengambil suatu yang baru nengan tujuan mengetahui, mengalami dan


2.2. Merendahkan diri - tapeinosis

Filipi 2:8a (TB)  Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya.


Jika pertama kita mrmahami kennosis, disini dipake istila tapeinosis.  Kerendahan yang aktif, Tuhan Yesus tidak direndahkan oleh orang lain, tetapi merendahkan diri-Nya sendiri. Ini adalah kegiatan Aktif, bukan pasif. Ini penting — sebab dalam dunia Yunani-Romawi, “kerendahan” (tapeinōsis) biasanya adalah sesuatu yang memalukan. Namun dalam teologi Kristus, Paulus membalik paradigma itu: Kerendahan adalah kemuliaan yang tersembunyi. Dengan menundukkan diri-Nya, Yesus bukan kehilangan martabat-Nya — melainkan menyatakan karakter Allah yang sejati: kasih yang rela turun.

Ringkasan indahnya: ἐταπείνωσεν ἑαυτόν bukan sekadar “Ia direndahkan,” tetapi “Ia memilih menjadi rendah.” Ia adalah Allah yang menjadi manusia, Tuhan yang menjadi hamba, Supaya manusia yang rendah ditinggikan bersama-Nya.


Arti mendalam dari ini tentu terlihat pada pelayanan Yesus. Sekalipun Dia disapa Rabby atau Guru namun dia membasuh kaki murid- muridNya. Sekalipun Dia disebut, Mesias Anak Allah yang melakukan mujizat besar di depan mata banyak orang namun tetap melayani orsng banyak. Tidak pernah Yesus menempatkan diriNya lebih tinggi dari orang lain, justru menempatkan diri mengutamakan orang lain. 


2.3. Taat sampai mati - hupekoos

Filipi 2:8 (TB)  ...dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib.


Hupekoos (bahasa Yunani: ὑπήκοος) artinya taat, patuh, atau tunduk. Kata ini berakar dari hupo (di bawah) dan akouo (mendengar), yang secara harfiah berarti "mendengar di bawah" atau mendengarkan dengan saksama otoritas untuk kemudian melakukannya. Istilah ini sering digunakan dalam konteks ketaatan aktif terhadap perintah. 


Taat ini berkwitan dengan hupomone, tabah menjalani karena didalamnya ada komitmen dan kesetiaan. Dalam bahasa Yunani ketaatan dipakai "hupomone". Hupomone adalah istilah Yunani yang sering diterjemahkan sebagai ketabahan, kesabaran, atau ketekunan yang aktif, terutama dalam menghadapi penderitaan. Ini adalah teologi ketabahan yang menekankan sikap bertahan, setia, dan tidak putus asa dalam cobaan hidup dengan mengandalkan Allah. Ini bukan kepasrahan pasif, melainkan perjuangan iman. 


Makna Hupomone: Secara harfiah berarti "bertahan untuk bertahan" (remaining under). Ini adalah ketabahan yang menopang seseorang untuk tetap setia pada Tuhan meskipun dalam situasi yang sangat sulit, penuh tantangan, atau menderita.

Kaitan dengan Penderitaan dan Iman: Hupomone berkembang dalam konteks jemaat Kristen mula-mula yang menghadapi penganiayaan. Ini mengajarkan bahwa penderitaan bukan semata hukuman, melainkan ruang eksistensial untuk pemurnian iman dan perjumpaan dengan Allah.


Kristus yang taat mengajak orang percaya memelik ketaatan yang sama, setia sampai mati (Wahyu 2:10). Ketaatan itu dibuktikan dengan komitmen dan kesediaan menanggung segala konsekwensinya. Kerelaan ini bukan sekedar kata-kata namun dibuktikan dengan tindakan. Ketaatan gereja mula-mula telah dibuktikan mereka dengan banyaknya mati martyr karena ketaatan kepada Kristus.  Tentang taatan ini Rasul Petrus dan Yohanes menegaskan dalam Kisah Para Rasul 4:19 (TB)  Tetapi Petrus dan Yohanes menjawab mereka: "Silakan kamu putuskan sendiri manakah yang benar di hadapan Allah: taat kepada kamu atau taat kepada Allah.


3. Allah Meninggikan Kristus


Setelah menjelaskan pengosongan diri, merendahkan diri dan ketatan hasil dari tindakan Kristus ini adalah keselamatan bagi manusia. Missi Allah di dalam Kristus menjadikan Kristus ditinggikan. Status kemuliaan ini bukanlah sebagai usaha atau upah tetapi Kristus kembali kepada hakikat ilahiNya. 


Filipi 2:10-11 (TB)  supaya dalam nama Yesus bertekuk lutut segala yang ada di langit dan yang ada di atas bumi dan yang ada di bawah bumi, 

dan segala lidah mengaku: "Yesus Kristus adalah Tuhan," bagi kemuliaan Allah, Bapa! 


3.1. Bertekuk lutut:

Pada bagian ini Kristus yang telah mengosongkan diri itu adalah pencipta dan seluruh ciptaan ada dalam kedaulatan Kristus. Baik yang ada diatas langi dan di bawah bumi semuanya ada di dalam kekuasaan Kristus.  Tidakan ada elemen-elemen dunia ini yang tidak ada di luar kedaukatan Kristus. Sepenuhnya di dalam kekuasaannya. Yesus yang menhosongkan diri kembali kepada hakikat IlahiNya. 


Sehubungan dengan kodrat ilahi-Nya, maka peninggian-Nya hanya berupa pengakuan atas semua hak-Nya, atau untuk penunjukkan dan penampilan kemuliaan yang Dia miliki di hadirat Bapa sebelum dunia ada (Yoh. 17:5), bukan pemerolehan akan kemuliaan yang baru. Karena itulah dikatakan bahwa Bapa sendiri juga ditinggikan. Jadi, peninggian yang sesuai adalah berkenaan dengan kodrat manusiawi-Nya, yang sebenarnya mampu dilakukan-Nya sendiri, walaupun karena ada hubungan dengan kodrat ilahi-Nya. Di sini peninggian-Nya terdiri dari hormat dan kuasa. Berupa hormat, supaya Dia memiliki nama di atas segala nama,


3.2. Segala lidah mengaku:


Disini Paulus menekankan kepada pengakuan. Kedaulatan Yesus Kristus diakui. Pada sisi manusia oengakuan ini adalah penyerahan diri atas kedaulatan Kristus atas hidupnya.


Semua harus memberikan penghormatan dengan khidmat. Selain itu, supaya segala lidah mengaku: “Yesus Kristus adalah Tuhan,” setiap bangsa dan bahasa harus secara terbuka mengakui kerajaan semesta yang dimiliki Sang Penebus yang ditinggikan, dan bahwa kepada-Nya telah diberikan segala kuasa di sorga dan di bumi (Mat. 28:18). Perhatikan betapa luar biasa luasnya kerajaan Kristus. Kerajaan-Nya menjangkau sorga dan bumi, mencakup setiap makhluk di kedua tempat itu, termasuk malaikat dan manusia, dan orang mati maupun yang hidup. Bagi kemuliaan Allah, Bapa. Amatilah, adalah bagi kemuliaan Allah, Bapa, bahwa Yesus Kristus diakui sebagai Tuhan. Sebab, merupakan kehendak-Nyalah supaya semua orang menghormati Anak sama seperti mereka menghormati Bapa (Yoh. 5:23). Penghormatan apa pun yang diberikan kepada Kristus tertuju juga kepada Bapa. Barangsiapa menyambut Aku, ia menyambut Dia yang mengutus Aku (Mat. 10:40).


Sahabat yang baik hati, Yesus Kristus adalah Tuhan menjelaskan kepada kita akan keselanatan yang dilakukan oleh Allah di dalam diri Yesus Kristus. Dia meninggalkan keilahiannya dan mengosongkan diri mengambil rupa seorang hamba, merendahkan diri dan taat hingga mati di kayu salib.


Yesus Kristus adalah Tuhan, bukan predikat atau pemberian tetapi kembalinya Yesus kepada keilahianNya yang telah sempurna melakukan keselamatan. Mari bersyukur atas keselamatan yang dilakukan oleh Allah di dalam diri Yesus Kristus, Tuhan dan Yuruselamat kita. Amin 


Salam: Pdt Nekson M Simanjuntak

Praeses HKBP D.18 Jabartengdiy 


Sabtu, 21 Maret 2026

TUHAN PEMBERI NAFAS KEHIDUPAN

Catatan Kotbah Minggu Judika 


Minggu, 22 Maret 2026

Ev. Yehezkiel 37:1-14


TUHAN PEMBERI NAFAS KEHIDUPAN


Selamat Hari Minggu ! Mungkinkan tulang-tulang kering ini hidup kembali? Kotbah minggu Judika ini merupakan penglihatan Nabi Yehezkiel akan kuasa Tuhan yang akan memulihkan Israel. Pemulihan ini adalah impian dari umat Allah yang terbuang di Babel. Di Babel mereka kehilangan harapan, identitas sebagai bangsa terciderai dibawah kuasa Babel. Berjuang memberontak dan membebaskan diri sesuatu yang tidak mungkin, yang paling memungkinkan bagi mereka adalah pasrah. Mereka akan mati dan sejarah bangsa lenyap di pembuangan Babel.


Dalam keputusasaan demikianlah, Tuhan memanggil Yehezkiel san memberitahukan tentang kekuasaan Tuhan. Tuhan pencipta dan pemberi kehidupan. Tuhan sendirilah yang menjadikan segala sesuatu dan Tuhan sendiri berkuasa memberikan kehidupan. Tulang-tulang kering yang berserakan bisa perintahkan untuk berkumpul, menumbuhkan urat-urat dan memberikan nafas kehidupan dan bangkit hidup kembali. Itulah kuasa Tuhan yang memberikan kehidupan. 


Bukan hanya itu,  dalam perikop kedua dalam pasal 37 ini, Allah akan memulihkan Israel, Yehuda dan Israel yang dulu tahluk oleh Asyur akan dikumpulkan dan dipersatukan menjadi bangsa. Yehezkiel 37:28 (TB)  Maka bangsa-bangsa akan mengetahui bahwa Aku, TUHAN, menguduskan Israel, pada waktu tempat kudus-Ku berada di tengah-tengah mereka untuk selama-lamanya." Dengan demikian pemulihan akan jmat Allah bisa terjadi oleh kuasa Allah. 


Sahabat yang baik hati! Mungkin pertanyaan yang sama akan muncul dari kita, dalam ketiadaan harapan kita mungkin sudah apatis dan setiap apa yang membicarakan dan mendiskusikan suatu kegagalan sudah menutup diri dan tidak mau tau untuk membahasnya. Analogi tulang-tulang kering dari Yehezkiel membuat umat Allah memiliki suatu contoh dalam suatu keadaan ketidak mungkinan bagi manusia, itu sangat memungkinkan bagi Tuhan. Sebab bagi Tuhan tidak ada yang tidak mungkin. 


Sekarang marilah kita mengambil pelajaran berharga dari kotbah ini.


1. Tulang-tulang kering gambaran kematian 


Apa ysng terjadi pada masa pembuangan? Tulang-tulang kering merupakan analogi yang sangat ekstrim. Artinya sudah mati tinggal tulang belulang. Bagi masyarakat dan sylukur yang menghormati tulang belulang tentu melihat tulang belulang leluhur bukanlah sesuatu yang tabu. Bangsa Israel memiliki tradisi mengangkut tulang belulang leluhur mereka dan dimakamkan di Tanah Perjanjian. Orsng Batak yang mempersatukan tulang belulang "satu ompu" akan disatukan dan dimasukkan dalam satu tambak atau tugu. Artinya mereka yang sudah mati dan tidak mungkin lagi bangkit kembali. Namun generasi penerus mereka perlu ada ikatan, kekeluargaan dan penerus cita-cita leluhur.


Dalam kotbah ini Yehezkiel dibawa dalam suatu penglihatan dimana banyak tulang-tulang berserakan. Itu gambaran kematian yang telah terjadi bagi bangsa Israel atas perbuatan mereka sendiri. Ada pemberontakan, ada perpecahan dan ada juga pelanggaran sehingga mereka harus menjalani kematian. Kematian itu pula menyangkut ketiadaan harapan. Seseorang yang tiada lagi pengharapan tentu sudah memasuki zona kematian. 


Ketiadaan pengharapan itulah gambaran tukang-tulang yang dilihat oleh Yehezkiel. Sekaligus memperlihatkan ketiadaan harapan di masa pembuangan ini. Mereka putus asa dan tidak mungkin lagi bangkit menjadi bangsa yang beaar seperti cita-cita leluhur mereka. Mereka menganggap mereka sudah mati dan tidak mungkin lagi bangkit. 


Dalamnya keputusasaan yang ke dalamnya mereka sekarang dijerumuskan (ay. 11). Mereka semua menyerah sudah hilang lenyap. Mereka berkata, “Tulang-tulang kami sudah menjadi kering, kekuatan kami habis, semangat kami hilang, pengharapan kami sudah lenyap semuanya


Keadaan demikian, Allah memperlihatkan kuasanya. Allah sumber kehidupan dan Allah sendiri yang memberikan nafas kehidupan. Apa yang tidak mungkin bagi manusia. Bagi Allah tidak ada sesuatu yang tidak mungkin. Maka jangan biarkan hidup ini tanpa harapan. Sekecil apapun kemungkjnan yang ada bahkan dalam ketidakmungkinan berserahlah pada kuasa Tuhan yang memungkinkan. 


2. Kuasa Tuhan yang menghidupkan

Jika kita baca kotbah ini. Coba kita perhatikan ada kuasa Firman. Berfirmankah Tuhan! Kuasa Firman itu kuat dan menjadikan sesuatu menjadi  seperti yang difirmankan. Kuasa Tuhan yang menghidupkan. 


2.1. Pengetahuan dan iman

Yehezkiel 37:3 (TB)  Lalu Ia berfirman kepadaku: "Hai anak manusia, dapatkah tulang-tulang ini dihidupkan kembali?" Aku menjawab: "Ya Tuhan ALLAH, Engkaulah yang mengetahui!" 


Disini ada dialog menarik dari Yehezkial dan Allah sendiri? Pertanyaan ini sesungguhnya ingin menggali keimanan atau kepercayaan. Dalam mengubah suatu keadaan sangat ditentukan oleh kayakinan. Ada orang yang memiliki banyak pengetahuan tapi apakah mereka percaya? Ada orang mengetahui obat demam adalah paracetamol namun apakah mereka meminumnya? Disini, dialog Yehezkiel dan Tuhan, jika mengetahui Tuhan adalah pencipta, pemberi kehidupan dan pemelihara ciptaan maka percayalah kepada Tuhan dengan segala kuasanya yang dapat mengubah keadaan. Tulang-tulang kering dapat dihidupkan, maka percayalah Tuhan dapat menghidupkannya. 


Jadi pengetahuan tentang Tuhan harus disertai dengan keyakinan kepada Tuhan. Yehezkiel 37:13 (TB)  Dan kamu akan mengetahui bahwa Akulah TUHAN, pada saat Aku membuka kubur-kuburmu dan membangkitkan kamu, hai umat-Ku, dari dalamnya. 


2.2. Kuasa Firman:

"Maka berfirmanlah maka jadi". Kisah Penciptaan dalam Kitab Kejadian didasari pada keyakinan kuasa Firman. Allah menjadikan segala sesuatu dengan Firman. Ketika Tuhan berfirman jadilah, maka akan jadi. 


Demikian dengan penglihatan Yehezkiel mengenai kuasa Allah yang menghidupkan kembali tulang-tulang kering. ALLAH sendiri yang berfirman, nubuatan nabi Yehezkiel adalah Firman Allah karena Allah sedirilah yang memerintahkannya untuk bernubuat. Maka Yeheziel sendiri bernubuat akan tulang-tulang kering yang berserakan. 

Yehezkiel 37:5 (TB)  Beginilah firman Tuhan ALLAH kepada tulang-tulang ini: Aku memberi nafas hidup di dalammu, supaya kamu hidup kembali. 

Kuasa firman ini memberikan kehidupan, mempersatukan tukang-tulang dan menjmbuhkan urat dan kulit dalam dagingnya sehingga hidup kembali. 


Selanjutnya

Yehezkiel 37:9 (TB)  Beginilah firman Tuhan ALLAH: Hai nafas hidup, datanglah dari keempat penjuru angin, dan berembuslah ke dalam orang-orang yang terbunuh ini, supaya mereka hidup kembali."

Kuasa Firman ini terjadi sehingga nafas kehidupan dihembuskan dan beroleh kehidupan. Allah sendiri memberikan nafas kehidupan sehingga tulang-tulang kering benwr-benar hidup. Allah berkuasa atas kemstian dan kehidupan.


Bagian ketiga kuasa firman dalam kotbah ini, 

Yehezkiel 37:12 (TB) Beginilah firman Tuhan ALLAH: Sungguh, Aku membuka kubur-kuburmu dan membangkitkan kamu, hai umat-Ku, dari dalamnya, dan Aku akan membawa kamu ke tanah Israel.


Disini Yehezkiel meberikan keyakinan akan kuasa Allah membebaskan mereka dati pembuangan Babel. Jika Tuhan berfirman dan mereka percaya kuasa Firman Tuhan itu nyata membebaskan mereka


2.3. Peran Yehezkiel: bernubuat atas perintah Allah

Jika kita baca dengan seksama, tulang-tulang kering disatukan, tumbuhnya urat daging dan kulit hingga nafas kehidupan ada peran nabi Yehezkiel bernubuat. Kebangkitan tulang-tulang kering hidup kembali adalah kuasa Firman hang dinibuatkan oleh abdi Allah. 

Hal ini sangat penting ditekankan peran nabi Allah atau hamba Allah untuk memberikan semangat, harapan dan kuasa untuk menyampaikan dan menyatakan Firman Tuhan. Firman yang disampaikan memiliki kekuatan mengubah keadaan. 


Dialog Nabi Yehezkiel dengan Tuhan menjadi penting melihat peran hamba Tuhan.menyemangati, memptivasi dan meneguhkan iman yang sudah rapuh. Nabi Yehezkiel dengan kuasa Firman Tuhan memiliki kekuatan untuk membangkitkan semangat. Jika hamba Tuhan sudah putus asa bagaiamana jemaat ditehuhkan? Dalam kotbah ini Yehezkiel diperintahkan untuk bernubuat tentang tulang-rulang berserakan: dipersatukan dan nubuatan Yehezkiel atas perintah Tuhan berfirman jadilah urat-urat, daging dan kulit hingga Tuhan memberikan nafas kehidupan semuanya jadi.


Dari yang tidak mungkin menjadi mungkin itukah tugas orang percaya. Orang percaya dengan kuasa Firman Tuhan meneguhkan iman dan dapat mengubah sesuatu dari yang tidak mungkin menjadi mungkin.


3. Pesan Minggu Judika: Tetaplah berpengharapan, Tuhan memanggil kita

Paulus berpesan dalam 1 Korintus 13:13 ada tiga hal yang tetap pada diri orang percaya yaitu: iman, pengharapan dan kasih.

Apapun yang terjadi ketiga hal ini menjadi identitas dan prinsip yang kuat bagi orang percaya.


Iman, percaya kepada Tuhan, Tuhan Maha Kuasa, Dialah pencipta segala sesuatu dan pemelihara hidup kita. Dialah Tuhan yang memberikan kehidupan, mengubah derita menjadi sikacita, dari kematian menjadi kehidupan. Bagi Tuhan tidak ada yang mustahil.


Pengharapan: melalui akal manusia memiliki perhitungan dalam mengukur dan menilai sesuatu. Tidak sedikit orang berputus asa dalam hidup ini karena pikiran yang rasional membuatnya tidak berdaya. Dengan pengharapan orang percaya memiliki sesuatu kekuatan, yaitu menyerahkan keputusan akhir kepada Tuhan. Kita berusaha, kita memiliki kemampuan untuk menganalisis sesuatu tetapi ketentuan dari segala sesuatu ada pada Tuhan. Apa yang terjadi esok ada pada tangan Tuhan dan kita berharap dibalik segala sesuatu yang terjadi Tuhan menyediakan yang terbaik bagi kita.


Kasih: apapun yang terjadi, tetap menghasilkan kebaikan. Itulah kasih. Orang percaya menghasilkan kasih bukan karena memiliki sesuatu atau mengharapkan sesuatu. Orang percaya berbuahkan kebaikan karena kasih itu melakukan sesuatu tanpa menuntut balas.


Kembali kepada konteks kita, tetaplah berpengharapan karena kita memiliki Tuhan yang mengubah sesuatu yang tidang mungkin jadi mungkin, mengubah derita menjadi sukacita dan mengubah kematian dengan memberikan nafas kehidupan. Amin


Salam: Pdt Nekson M Simanjuntak

Praeses HKBP D.18 Jabartengdiy


PANGGILANMENJADI MURID KRISTUS PASCA KEBANGKITAN

  Catatan Kotbah: Pesta Paskah I (Pestaa Kebangkitan Yesus Kristus) Minggu, 5 April 2026 Ev. 1 Korintus 15:1-11 PANGGILAN MENJADI MURID PASC...